View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Senin, 03 Agustus 2026

Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Babinsa Koramil 0910-10/Long Nawang Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Pelajar Perbatasan

  



MALINAU, Kalimantan Utara – Dalam upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan memiliki semangat bela negara, Babinsa Koramil 0910-10/Long Nawang Kodim 0910/Malinau, Serma Bibo Gutomo, S.Kep., A.P.Ph., didampingi Kopka Yosafat Ruspanah, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada sekitar 60 siswa-siswi SMAN 2 Malinau di Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Selasa (4/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air, memperkuat semangat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan pemahaman para pelajar mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama bagi generasi muda yang tinggal di wilayah perbatasan.


Dalam penyampaiannya, Serma Bibo Gutomo mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, serta mampu menyaring pengaruh negatif di era digital tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Materi disampaikan melalui diskusi, tanya jawab, dan penyampaian contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan para pelajar sehingga suasana belajar berlangsung aktif dan penuh antusiasme.


Mewakili Kepala SMAN 2 Malinau, Dahlia Habibie, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi kepada Koramil 0910-10/Long Nawang yang secara konsisten memberikan pembinaan kepada para siswa melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan, tata upacara bendera, dan Peraturan Baris Berbaris (PBB).


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Koramil Long Nawang yang selalu hadir memberikan pembinaan kepada para siswa. Kegiatan seperti ini sangat membantu sekolah dalam membentuk karakter disiplin, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta memperkuat semangat nasionalisme di kalangan pelajar," ujarnya.


Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan teritorial Kodim 0910/Malinau dalam mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mendukung upaya pemerintah mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.


Melalui pembekalan tersebut, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta memiliki semangat bela negara sebagai bekal untuk menjadi generasi penerus yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia.

Beri Tampilan Baru, Personel Satgas TMMD 129 Kodim 0904/Paser Cat Atap Rumah Marbot

 



Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Satgas TMMD 129 Kodim 0904/Paser Buat nyaman serta aman bagi rehab Rumah Tidak Layak Huni/RTLH di Desa Biu Kec. Muara Samu Kab. Paser. Selasa (4/8/2026)


Tidak hanya dinding rumah diperbaiki, namun Satgas TMMD juga membuatkan MCK bagi Rumah Marbot Masjid Al Ikhlas Desa Biu.


Bahkan atap rumah Marbot juga dicat dengan warna hijau untuk memberikan tampilan yang berbeda dan menambah kenyamanan bagi penghuninya nanti.


"Kami cat atap rumah disamping untuk memberikan tampilan baru, juga memberikan kenyamanan bagi penghuninya" ujar Kapten Inf M. Tabri selaku Ketua Koordinator di Sasaran RTLH.


Pengecekan ini juga memberikan lapisan kepada atap rumah agar terhindar dari kerusakan maupun kebocoran saat musim hujan nanti.


Dengan adanya TMMD 129 Kodim 0904/Paser ini Rumah Marbot beserta Masjid Al Ikhlas Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser dapar digunakan kembali dengan kenyamanan yang lebih baik.


Dim 0904/Psr

Jelang Aktivitas Sekolah, Dokter Tekankan Pentingnya Perlindungan dari DBD

  


Jakarta, 31 Juli 2026 – Memasuki tahun ajaran baru, orang tua diingatkan untuk tidak hanya menyiapkan perlengkapan sekolah, tetapi juga memastikan perlindungan anak dari demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan periode 2018–2025, kelompok usia 5–14 tahun secara konsisten mencatat proporsi kematian akibat dengue tertinggi. Pada 2025, sebanyak 59 persen kematian akibat dengue terjadi pada anak usia 0–14 tahun, dengan 41 persen berasal dari kelompok usia 5–14 tahun.


Momentum tahun ajaran baru yang berdekatan dengan Hari Anak Nasional 2026 bertema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan anak agar proses belajar dan tumbuh kembang tidak terganggu.


Dokter sekaligus kreator konten, dr. Ikhsanuddin Qothi, menegaskan bahwa DBD bukan penyakit musiman. "DBD bukan penyakit musiman. Risiko penularannya ada sepanjang tahun, sehingga kewaspadaan perlu dijaga setiap saat. Pada musim kemarau pun, tempat yang menampung air tetap dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti jika tidak dibersihkan secara rutin," jelas dr. Ikhsan.


Ia menjelaskan, virus dengue memiliki empat serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang aktif terutama pada pagi dan sore hari.


Menurutnya, risiko penularan tetap tinggi ketika anak beraktivitas di rumah maupun di sekolah. Karena itu, sekolah juga perlu aktif menerapkan pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk, pemantauan jentik, dan penerapan 3M Plus.


Dr. Ikhsan mengingatkan bahwa seseorang tetap dapat terinfeksi kembali oleh serotipe dengue yang berbeda meski pernah mengalami DBD sebelumnya. "Infeksi berikutnya justru dapat meningkatkan risiko dengue berat. Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan dengue, sehingga pencegahan, deteksi dini, dan penanganan medis yang tepat sangat penting," tegasnya.


Ia juga mengimbau orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda bahaya seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, mimisan, gusi berdarah, tubuh sangat lemas, gelisah, atau penurunan kesadaran. Selain mengganggu kesehatan, DBD juga berdampak terhadap aktivitas belajar anak karena harus absen sekolah dan membutuhkan waktu pemulihan yang tidak singkat.


Di sisi lain, beban ekonomi keluarga juga cukup besar. Studi Universitas Gadjah Mada memperkirakan beban ekonomi dengue di Indonesia pada 2024 mencapai hampir Rp9 triliun, termasuk biaya pengobatan, transportasi, hingga hilangnya pendapatan orang tua yang harus mendampingi anak selama perawatan.


Dr. Ikhsan menekankan bahwa perlindungan dari DBD memerlukan langkah pencegahan yang komprehensif. "Penerapan 3M Plus harus dilakukan secara konsisten, mulai dari menguras dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang yang dapat menampung air, menggunakan pelindung diri dari gigitan nyamuk, hingga mempertimbangkan vaksinasi dengue sebagai bagian dari pencegahan yang komprehensif," ujarnya.


Ia menambahkan bahwa vaksin dengue telah masuk dalam rekomendasi imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk anak dan rekomendasi imunisasi dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kelayakan vaksinasi bagi anak dan anggota keluarga.


Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, mengatakan perlindungan terhadap DBD membutuhkan keterlibatan semua pihak. "Sebagai orang tua, saya memahami betapa beratnya melihat anak sakit. Ketika seorang anak terkena DBD, seluruh keluarga ikut terdampak, mulai dari aktivitas hingga kondisi ekonomi. Semua orang berisiko terinfeksi dengue, sehingga perlindungan harus dimulai dari keluarga melalui 3M Plus secara berkelanjutan dan mempertimbangkan metode pencegahan yang inovatif. Namun upaya ini tidak bisa dilakukan keluarga saja. Sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak lainnya perlu berkolaborasi. Sejalan dengan target nasional Nol Kematian Akibat Dengue 2030, Takeda berkomitmen mendukung pemerintah melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pencegahan dengue di Indonesia," tutup Andreas.


Informasi lebih lanjut mengenai DBD dan upaya pencegahannya dapat diakses melalui www.cegahdbd.com

Kerangka Besi Perkuat Ketahanan Jembatan Buatan Personel TMMD 129

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam kegiatan Satgas TMMD 129 Kodim 0904/Paser di Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser khususnya pada pembuatan Jembatan Beton, personel membuat rangkaian besi untuk memperkuat badan Jembatan. Senin (3/8/2026)


Untuk mengejar waktu pembuatan Jembatan Beton di Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser ini, tim sasaran fisik sektor Jembatan membagi beberapa personel. 


Diantaranya terdapat personel memilih dan memilah besi, tim merakit besi, tim pembuat pembatas dari kayu untuk pengecoran dan tim melakukan yang mengaduk semen beserta material bangunan.


Hal ini menjadi bagian yang penting untuk menentukan kegiatan dapat berjalan lancar, apalagi dengan cuaca yang panas seperti hari ini.


Sesuai dengan perencanaan pembangunan Jembatan Beton ini sudah memasuki ke angka 56% setelah kegiatan pengecoran lantai kemarin.


Tidak hanya butuh waktu cepat namun perhitungan serta bahan baku yang memadai agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam pembangunan jembatan Beton pada TMMD 129 Klsim 0904/Paser di Desa Biu ini.


Dim 0904/Psr

Imigrasi Ponorogo Catat Prestasi, Boyong 6 Penghargaan di Ajang Evaluasi Kinerja Semester I 2026

 


MALANG – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih enam penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Capaian Kinerja Semester I Tahun 2026 yang digelar di Hotel Golden Tulip, Malang, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan Anev tersebut dihadiri para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi se-Jawa Timur. 


Selain menjadi forum evaluasi capaian organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pengawasan, serta tata kelola keimigrasian pada semester berikutnya.
Enam penghargaan yang diterima langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Anggoro Widy Utomo, merupakan bentuk apresiasi atas capaian kinerja pada berbagai aspek pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian selama Semester I Tahun 2026.


Adapun penghargaan yang diraih meliputi Terbaik I Pengelola Kehumasan, Terbaik I Kinerja Penegakan Hukum Paling Produktif Kategori Pro Justisia, Terbaik I Pelayanan Publik, Terbaik I Tata Kelola Reformasi Birokrasi, Terbaik II Satuan Kerja Layanan SDM dengan Zero Berkas Tidak Sesuai, serta Terbaik III Pengelola Barang Milik Negara (BMN).
Prestasi tersebut mencerminkan komitmen Kantor Imigrasi Ponorogo dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, memperkuat tata kelola organisasi yang akuntabel, mengoptimalkan pengelolaan aset negara, membangun komunikasi publik yang efektif, transparan, dan partisipatif, serta melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian secara profesional.


Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menyampaikan apresiasi kepada satuan kerja yang berhasil meraih penghargaan. Ia juga berpesan agar prestasi tersebut dapat dipertahankan, sementara UPT yang belum memperoleh penghargaan diharapkan terus meningkatkan kinerjanya.


Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Anggoro Widy Utomo, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian.


"Enam penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Kantor Imigrasi Ponorogo. Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas hasil kerja kami, namun juga menjadi amanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan keimigrasian, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Anggoro.


Sejalan dengan semangat "Imigrasi untuk Rakyat", Kantor Imigrasi Ponorogo berkomitmen menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk terus menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola organisasi, serta memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Personel Satgas TMMD 129 Pastikan Atap Masjid Al Ikhlas Tidak Bocor Lagi

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Untuk memenuhi sasaran fisik pada kegiatan Satgas TMMD 129 Kodim 0904/Paser, salah satunya Perbaikan Masjid Al Ikhlas. Personel Satgas pastikan atas Masjid Al Ikhlas tidak bocor lagi. Senin (3/8/2026)


Sesuai pengamatan secara langsung di lokasi Sasaran TMMD tepatnya Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser bahwa terdapat 2 titik kebocoran pada atap Masjid Al Ikhlas.


Personel TMMD 129 Kodim 0904/Paser sudah melalui tahap pembersihan, pengerokan dasar atap Masjid dan penambahan menggunakan semen cair pada permukaan yang diduga mengalami kebocoran.


Diharapkan dengan adanya tindakan ini dapat mengurangi maupun menghilangkan kebocoran pada atap Masjid Al Ikhlas.


Tidak lupa dibawah terik matahari, para Personel Satgas juga memanfaatkan cuaca panas tersebut untuk mengecor atap Masjid guna mendapatkan hasil yang maksimal.



Dim 0904/Psr