View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Kamis, 15 Oktober 2026

Danramil Kusan Hilir Dorong Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kesehatan

 


TANAH BUMBU – Danramil 1022-02/Kusan Hilir, Lettu Inf Suratmin, menghadiri kegiatan Penilaian Lomba Puskesmas Berprestasi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Puskesmas Perawatan Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Penilai Puskesmas Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer dari Provinsi Kalimantan Selatan, pihak Kecamatan Kusan Hilir, Kepala Puskesmas Perawatan Pagatan, Ners, staf dan pegawai Puskesmas Perawatan Pagatan, serta tamu undangan lainnya.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dan paparan dari Kepala Puskesmas Perawatan Pagatan, sambutan Ketua Tim Penilai Puskesmas Berprestasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, doa, dan penutup.


Kehadiran Danramil 1022-02/Kusan Hilir merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan dalam mendukung pembangunan di wilayah Kecamatan Kusan Hilir.


Dalam kesempatan tersebut, Danramil 1022-02/Kusan Hilir, Lettu Inf Suratmin, menyampaikan bahwa kegiatan penilaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi jajaran Puskesmas untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


“Penilaian Puskesmas Berprestasi ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan profesionalisme, kualitas pelayanan, serta memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan optimal kepada masyarakat. Kami dari Koramil 1022-02/Kusan Hilir mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar Danramil.


Ia juga berharap melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Perawatan Pagatan dapat terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan serta memperkuat kerja sama dengan unsur pemerintah dan masyarakat.


Melalui sinergi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Kusan Hilir semakin meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. :::

Babinsa Serka Sunarto Pantau Persembahyangan Hari Raya Bude Cemeng Klawu

 


TANAH BUMBU – Babinsa Koramil 1022-06/Sungai Loban, Serka Sunarto, melaksanakan pengamanan kegiatan persembahyangan umat Hindu dalam rangka Hari Raya Bude Cemeng Klawu di Pura Ped Batu Madau, Desa Kerta Buwana, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu.


Kegiatan keagamaan tersebut diikuti umat Hindu Desa Kerta Buwana dan dihadiri tokoh agama Pendita Rama Nanda, Mangku Pura Ped Batu Madau I Wayan Piter, Mangku Pura Telaga Sakti I Wayan Taun, serta Bendesa Adat I Wayan Widi.


Persembahyangan dipimpin oleh Pendita Rama Nanda. Setelah rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan tari-tarian adat Bali sebagai bagian dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Hindu setempat.


Kehadiran Serka Sunarto dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk saat pelaksanaan kegiatan keagamaan di wilayah binaan.


Danramil 1022-06/Sungai Loban Kapten Inf Sahlan Nurdibyanto mengatakan, pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bentuk dukungan TNI dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.


“Melalui kehadiran Babinsa di tengah masyarakat, kami berharap kegiatan persembahyangan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Kami juga terus mendorong terpeliharanya kerukunan antarumat beragama serta hubungan yang harmonis di tengah masyarakat,” ujar Danramil.


Ia menambahkan, kebersamaan antara aparat kewilayahan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, saling menghormati, dan memelihara persatuan. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Sungai Loban dapat terus terjaga,” tambahnya.


Pengamanan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Koramil 1022-06/Sungai Loban dalam mendukung kelancaran kegiatan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Rangkaian persembahyangan Hari Raya Bude Cemeng Klawu di Pura Ped Batu Madau berlangsung dengan tertib, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan, tradisi, dan kebersamaan masyarakat Desa Kerta Buwana. :::

Koramil Mantewe Gelar Final Turnamen Badminton dalam Rangka HUT Ke-81 TNI

 


TANAH BUMBU – Koramil 1022-08/Mantewe menggelar final turnamen badminton dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Rabu (14/10/2026) malam. Kegiatan berlangsung di Gedung Badminton RT 06, Dusun II, Desa Sukadamai, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.


Kegiatan tersebut dihadiri Danramil 1022-08/Mantewe Lettu Inf Horensyah, perwakilan Camat Mantewe, panitia turnamen, serta para peserta turnamen badminton


Turnamen badminton ini menjadi salah satu kegiatan olahraga dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antara TNI dan masyarakat di wilayah Kecamatan Mantewe.


Dalam kegiatan tersebut, para peserta berkompetisi untuk memperebutkan posisi juara dengan tetap mengedepankan sportivitas dan semangat kebersamaan. Panitia memberikan piala dan uang pembinaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi serta prestasi yang diraih.


Juara pertama memperoleh piala dan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta, juara kedua mendapatkan piala dan Rp 1,5 juta, juara ketiga menerima piala dan Rp 1 juta, sedangkan juara keempat memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 500.000.


Danramil 1022-08/Mantewe Lettu Inf Horensyah menyampaikan bahwa turnamen badminton tersebut merupakan sarana untuk memeriahkan HUT ke-81 TNI sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.


“Melalui kegiatan olahraga seperti turnamen badminton ini, kami ingin membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat. Kemenangan bukan satu-satunya tujuan, tetapi bagaimana seluruh peserta dapat menjunjung tinggi persaudaraan dan menjaga kebersamaan,” ujar Danramil.


Ia juga mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan ruang positif bagi masyarakat untuk berolahraga, menjalin komunikasi, dan memperkuat hubungan kekeluargaan. Semangat kebersamaan inilah yang sejalan dengan upaya memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tambahnya.


Melalui turnamen badminton dalam rangka HUT ke-81 TNI ini, Koramil 1022-08/Mantewe berharap semangat olahraga, sportivitas, dan gotong royong semakin tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Mantewe. :::

Senin, 12 Oktober 2026

Kodim Tanah Bumbu Gelar TMMD ke-130 Imbangan, Sasar Infrastruktur dan Kebutuhan Warga

 


TANAH BUMBU – Kodim 1022/Tanah Bumbu melaksanakan upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Imbangan dengan sasaran utama pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Gunung Besar menuju dermaga (akses penyebrangan) Desa Pulau Burung, Kabupaten Tanah Bumbu.


Pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu prioritas karena jalur itu merupakan akses penting bagi masyarakat, baik untuk menunjang aktivitas perdagangan maupun mobilitas anak-anak menuju sekolah.


Melalui program TMMD ini, TNI berupaya mendukung peningkatan aksesibilitas antarwilayah desa agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih mudah dan lancar. Ketersediaan jalan yang memadai diharapkan turut mendukung pergerakan barang, kegiatan ekonomi warga, serta akses terhadap layanan pendidikan.


Selain sasaran utama berupa pembangunan jalan, TMMD ke-130 Imbangan Kodim 1022/Tanah Bumbu juga mencakup sejumlah sasaran fisik tambahan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.


Sasaran tambahan tersebut meliputi rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH), rehabilitasi dua unit pos keamanan lingkungan (poskamling), pembangunan dua unit mandi, cuci, kakus (MCK), rehabilitasi dua mushola, serta pembangunan tiga titik sumur bor.


Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan bahwa pelaksanaan TMMD merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.


“Melalui TMMD ke-130 Imbangan ini, kami ingin membantu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses jalan yang menghubungkan Desa Gunung Besar dengan Desa Pulau Burung. Jalan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas perdagangan masyarakat dan akses anak-anak menuju sekolah,” ujar Dandim.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas warga dan mendukung pertumbuhan perekonomian desa.


“Selain pembangunan jalan, sasaran tambahan seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni, poskamling, mushola, pembangunan MCK, dan sumur bor juga menjadi bagian penting dari program ini. Kami berharap seluruh sasaran tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.


Dandim juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan TMMD. Semangat gotong royong dan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, serta warga menjadi faktor penting agar kegiatan berjalan lancar dan hasil pembangunan dapat dijaga serta dimanfaatkan secara berkelanjutan.


Program TMMD merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan akses penghubung antar desa semakin baik, fasilitas umum lebih memadai, serta kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih optimal.


Dengan dimulainya TMMD ke-130 Imbangan Kodim 1022/Tanah Bumbu, yang pembangunan terpusat di Desa Gunung Besar diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan warga. :::

Dandim Tanah Bumbu Perkuat Sinergi dengan Pemerintah melalui Kegiatan Sekolah Rakyat

 


TANAH BUMBU – Komandan Kodim (Dandim) 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menghadiri kegiatan pisah sambut guru tamu, guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu, Senin (12/10/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama pihak Sekolah Rakyat tersebut menjadi momentum pelepasan guru tamu sekaligus penyambutan guru dan tenaga kependidikan yang akan melanjutkan tugas dalam mendukung proses pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu.


Acara tersebut turut dihadiri Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, perwakilan Kepala Staf Teritorial Korem 101/Antasari (Kasiter Kasrem 101/Antasari), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tanah Bumbu, serta sejumlah undangan lainnya.


Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para tamu undangan juga disuguhi penampilan kesenian tari, seni bela diri, dan paduan suara yang dibawakan oleh peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu.


Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran dan membentuk generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, serta memiliki masa depan yang lebih baik.


“Pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pergantian maupun penyambutan tenaga pendidik hendaknya menjadi momentum untuk terus meningkatkan semangat pengabdian, menjaga profesionalisme, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para peserta didik,” ujar Dandim.


Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, maupun unsur terkait lainnya.


“Kami dari Kodim 1022/Tanah Bumbu mendukung upaya bersama dalam memajukan dunia pendidikan. Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan seluruh unsur terkait sangat diperlukan agar anak-anak mendapatkan kesempatan belajar yang baik dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.


Menurutnya, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu.


Kehadiran Dandim dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait dalam mendukung program pembangunan di bidang pendidikan.


Melalui kegiatan pisah sambut ini, diharapkan para guru dan tenaga kependidikan yang melanjutkan tugas dapat menjalankan tanggung jawab dengan penuh dedikasi serta terus berkontribusi dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu. :::

Sabtu, 10 Oktober 2026

Takeda Perkuat Dukungan bagi Pengembangan Ekosistem Plasma di Indonesia

Mila Rahmania (YLAB), Ns. Aswardi, S.Kep., M.Kep. (Kemenkes RI), Yusnidar Patah (HMHI), Andreas Gutknecht (Takeda), Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), dr. Linda Lukitari Waseso (PMI Pusat), dan Dimas Adhi Sugiharto (PPIPI) berfoto bersama dalam kegiatan International Plasma Awareness Week 2026.



JAKARTA, 7 Oktober 2026 – Takeda bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan pentingnya donor plasma dalam mendukung perawatan pasien. Upaya ini dilakukan dalam momentum International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 dengan tema global “Plasma Powers Possibility”.


Selama ini, masyarakat Indonesia lebih mengenal donor darah dibandingkan donor plasma. Padahal, plasma merupakan komponen penting dalam darah yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) untuk membantu perawatan pasien dengan berbagai kondisi medis.


Berbeda dengan obat yang diproduksi melalui proses sintetis, plasma berasal dari manusia sehingga ketersediaannya bergantung pada kontribusi donor dan sistem pengambilan plasma yang aman serta andal. Oleh karena itu, keberlanjutan ketersediaan PODP membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari donor, pengambilan dan pengolahan plasma, hingga layanan kesehatan bagi pasien.


Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem plasma nasional.


“Penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor, dan industri. International Plasma Awareness Week 2026 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong upaya bersama tersebut,” ujarnya.


Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, menambahkan bahwa PODP memiliki peran penting dalam penanganan pasien dengan kelainan darah dan kondisi medis tertentu.


Menurutnya, pasien yang membutuhkan terapi tersebut memerlukan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan ekosistem plasma diperlukan untuk mendukung ketersediaan PODP yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan serta didukung bukti klinis yang memadai.


Dalam konteks penguatan sistem kesehatan nasional, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., juga menekankan pentingnya menghubungkan penguatan ekosistem plasma dengan kebutuhan pasien.


“Produk Obat Derivat Plasma (PODP) dapat berperan penting dalam perawatan berkelanjutan bagi pasien dengan kondisi seperti hemofilia dan imunodefisiensi primer. Melalui International Plasma Awareness Week 2026, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma, peran donor, serta keterkaitan kontribusi setiap individu dengan kebutuhan pasien, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih kuat untuk memperkuat tatalaksana pengobatan dengan PODP,” ungkap Nadia.


Edukasi Plasma dan Pentingnya Donor


Peningkatan pemahaman masyarakat dimulai dengan mengenal plasma, proses pengambilannya, serta manfaatnya bagi perawatan pasien.


Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menjelaskan bahwa plasma mencakup sekitar 55 persen volume darah dan mengandung berbagai protein penting, termasuk albumin, antibodi, serta faktor pembekuan.


“Berbeda dengan donor darah utuh, dalam pengambilan plasma menggunakan alat apheresis, plasma dipisahkan dari komponen darah lainnya, dan komponen lain tersebut dikembalikan ke tubuh donor plasma. Plasma yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk terapi untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk hipoalbuminemia, gangguan perdarahan, dan imunodefisiensi,” jelasnya.


Ia menambahkan, edukasi mengenai plasma dan proses pengambilannya perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman tentang kontribusi donor dalam mendukung perjalanan perawatan pasien.


Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, turut menekankan pentingnya keberadaan donor yang memenuhi persyaratan, praktik pengambilan plasma yang aman, serta layanan darah dan plasma yang memadai.


Kolaborasi antara layanan darah dan plasma dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mendukung ketersediaan plasma dan penanganan pasien yang membutuhkan PODP.


Dari perspektif komunitas donor, Kepala Komunikasi dan Informasi Yayasan Laskar Aferesis Berbagi (YLAB), Mila Rahmania, menilai bahwa pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mendorong partisipasi yang berkelanjutan.


“Banyak orang terdorong untuk berkontribusi ketika memahami untuk apa kontribusi mereka dan bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Karena itu, membangun partisipasi yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat untuk berdonor, tetapi juga dengan membantu mereka memahami kontribusinya, memastikan mereka mendapatkan pengalaman donor yang baik, dan merasa dihargai melalui apresiasi yang tepat,” ujarnya.


Menurut Mila, komunitas donor juga berperan dalam menyampaikan informasi yang akurat, meluruskan kesalahpahaman, serta membangun komunikasi dengan komunitas pasien, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya agar informasi mengenai plasma lebih mudah dipahami masyarakat.


Ketersediaan PODP Penting bagi Pasien


Bagi pasien dengan kondisi medis tertentu, ketersediaan PODP secara berkelanjutan merupakan bagian penting dari perjalanan perawatan dan upaya menjaga kualitas hidup.


Plt. Bidang Layman dan Wakil Ketua Bidang Finance Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI), Yusnidar Patah, yang juga merupakan penyandang hemofilia B berat, menyoroti pentingnya penanganan yang tepat waktu dan berkelanjutan bagi penyandang hemofilia, termasuk tantangan dalam memperoleh perawatan di berbagai wilayah Indonesia.


Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya ekosistem plasma yang mampu mendukung keberlanjutan ketersediaan terapi bagi pasien di Indonesia.


Hal serupa disampaikan Ketua Yayasan Pasien Imunodefisiensi Primer Indonesia (YPIPI), Dimas Adhi Sugiharto. Ia menjelaskan bahwa imunoglobulin merupakan terapi rutin yang dibutuhkan pasien imunodefisiensi primer untuk membantu menjaga kondisi kesehatan dan mengurangi risiko infeksi berat berulang.


“Bagi pasien Imunodefisiensi Primer, imunoglobulin bukan sekadar terapi pendukung — ini adalah terapi yang kami butuhkan secara rutin agar bisa tetap hidup sehat. Tanpa terapi ini, pasien sangat rentan terhadap infeksi berat yang berulang, yang dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis bahkan mengancam jiwa,” kata Dimas.


Ia menambahkan, ketersediaan imunoglobulin sangat bergantung pada plasma. Tantangan yang dihadapi pasien tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan terapi, tetapi juga keterjangkauan dan akses yang berkesinambungan.


“Karena itu, pasokan plasma yang berkelanjutan sangat berarti bagi kami — inilah yang memastikan pasien Imunodefisiensi Primer bisa terus menjalani pengobatan dan hidup sehat seperti orang lain,” lanjutnya.


Pengalaman para pasien tersebut menegaskan bahwa penguatan ekosistem plasma membutuhkan kontribusi berbagai pihak, termasuk pemerintah, layanan kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor plasma, serta industri.


Takeda Dukung Penguatan Ekosistem Plasma di Indonesia


Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem plasma, Takeda memanfaatkan pengalaman dan keahlian globalnya dalam pengumpulan dan pengolahan plasma untuk mendukung pengembangan infrastruktur plasma di Indonesia.


Melalui jaringan BioLife di berbagai negara, Takeda akan mendukung pengembangan jaringan pengambilan plasma di Indonesia dengan mengacu pada standar mutu, keamanan, dan regulasi yang berlaku.


Presiden Direktur PT Takeda Life Sciences, Andreas Gutknecht, menyampaikan bahwa PODP memiliki peran penting dalam mendukung perawatan pasien dengan kondisi kompleks dan mengancam jiwa.


“Di Indonesia, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan mendukung pengembangan ekosistem plasma yang berkelanjutan merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan. Dengan pengalaman dan keberadaan Takeda di Indonesia, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung prioritas kesehatan jangka panjang Indonesia,” ujarnya.


Sejalan dengan tema “Plasma Powers Possibility”, IPAW 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa perjalanan plasma, mulai dari kontribusi donor, pengambilan dan pengolahan plasma, hingga pemanfaatannya sebagai PODP dalam perawatan pasien, merupakan rangkaian yang saling terhubung.


Melalui edukasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, penguatan ekosistem plasma Indonesia diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ketersediaan PODP, memperkuat ketahanan sistem kesehatan, serta membantu memenuhi kebutuhan perawatan pasien di Indonesia.