View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Rabu, 16 September 2026

Jaga Persatuan, Tokoh Adat Saireri Ajak Masyarakat Hindari Tindakan Provokatif

 



Jayapura – Tokoh Adat Wilayah Saireri di Kota Jayapura, Khon Celvin Imbiri, mengimbau seluruh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Jayapura maupun Tanah Papua secara luas.


Imbauan tersebut disampaikan mengingat situasi dan kondisi di wilayah Kota Jayapura saat ini masih berada dalam keadaan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipertahankan melalui peran aktif seluruh elemen masyarakat.


“Situasi dan kondisi saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif, khususnya di wilayah Kota Jayapura. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas agar suasana damai dan kondusif ini tetap terpelihara,” ujar Khon Celvin Imbiri.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, khususnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.


“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Mari kita bersama-sama menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Saring sebelum sharing,” katanya.


Sebagai Tokoh Adat Wilayah Saireri, Khon Celvin turut mengingatkan para pemuda agar tidak mudah dimobilisasi untuk melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, menimbulkan keresahan, maupun merusak fasilitas publik.


Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui cara-cara yang damai, bermartabat, dan bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak masyarakat lainnya.


Menanggapi rencana aksi demonstrasi pada 30 September 2026 yang dikaitkan dengan peringatan maupun penyampaian penolakan terhadap Roma Agreement dengan tema “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan”, Khon Celvin menyampaikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara.


“Namun demikian, hak tersebut hendaknya dilaksanakan secara damai, tertib, bertanggung jawab, tanpa kekerasan, serta tetap menghormati hak-hak masyarakat lainnya dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat dan pemuda untuk menjaga persatuan serta tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat mengganggu situasi keamanan di Kota Jayapura dan Tanah Papua.


“Mari kita jaga persatuan, hindari tindakan provokatif, jangan menyebarkan berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi. Bersama-sama kita jaga Kota Jayapura dan Tanah Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tutur Khon Celvin.


Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjaga Tanah Papua melalui tindakan yang mengedepankan kedamaian, persatuan, serta sikap yang bermartabat dalam menyampaikan setiap aspirasi.


“Mari kita jaga Tanah Papua dengan cara-cara yang damai dan bermartabat,” pungkasnya.

Senin, 14 September 2026

Mobil Masuk Parit, TNI Turun Tangan Evakuasi Korban

 


Tanah Bumbu – Danramil 1022-01/Simpang Empat, Kapten Inf Joko Setio Permono, bersama anggota Koramil turun langsung membantu evakuasi korban kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.


Kecelakaan terjadi ketika sebuah mobil masuk ke parit akibat pengemudi diduga mengantuk saat berkendara. Korban segera dievakuasi oleh anggota Koramil dengan menggunakan mobil Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) yang kebetulan melintas di lokasi, untuk dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis.


Danramil 1022-01/Simpang Empat, Kapten Inf Joko Setio Permono, menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam membantu masyarakat adalah bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial.


“Kami hadir bukan hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Evakuasi korban kecelakaan ini adalah wujud kepedulian TNI terhadap keselamatan warga. Semoga korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas,” tegas Kapten Inf Joko Setio Permono.


Suasana evakuasi berlangsung cepat dan tertib berkat kerja sama antara anggota Koramil, pihak DLLAJ, serta masyarakat yang melintas di Jalan Darma Praja Gunung Tinggi dan turut membantu di lokasi kejadian. :::


Satgas Mabes TNI Gelar Penyuluhan Karhutla di Kusan Hulu

 


Tanah Bumbu – Tim Satgas Karhutla Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.


Penyuluhan ini dipimpin oleh Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindansyah, SE, M.Kes., M.H., Sp.K.L., CEK, SUBSp.K.T (K), FISQUAJAB, selaku Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI, bersama Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P..


Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Karhutla, cara pencegahan, serta langkah penanggulangan dini. Materi yang disampaikan meliputi teknik pemadaman sederhana, pentingnya menjaga sumber air, serta peran aktif masyarakat dalam melaporkan titik api.


Dalam penyampaiannya, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindansyah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.


“Karhutla bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kehidupan sosial. Melalui penyuluhan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar dan siap mengambil langkah cepat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.


Sementara itu, Kolonel Arh Hany Mahmudhi menambahkan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam penanggulangan Karhutla.


“Pencegahan lebih baik daripada penanganan. Dengan edukasi dan kerja sama, kita bisa menekan angka kebakaran hutan dan lahan di Tanah Bumbu,” ujarnya.


Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Warga setempat mengikuti penyuluhan dengan serius, sementara aparat desa dan tokoh masyarakat turut hadir memberikan dukungan.  :::

Api Karhutla Ditangani Hingga Malam Hari

 


Tanah Bumbu – Tim Satgas Karhutla Kodim 1022/Tanah Bumbu bersama Satgas Karhutla gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, serta relawan masyarakat masih terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Upaya pemadaman dilakukan sejak siang hingga malam hari untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menimbulkan titik api baru.


Dengan mengerahkan personel, kendaraan operasional, serta peralatan pemadam, tim gabungan bekerja keras di lapangan meski menghadapi kendala berupa angin kencang dan akses memasuki semak belukar. Semangat kebersamaan antara aparat TNI, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam penanganan Karhutla ini.


Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim gabungan.


“Pemadaman Karhutla bukan pekerjaan mudah, apalagi dengan kondisi angin kencang dan keterbatasan sumber air. Namun berkat sinergi dan semangat juang seluruh tim, api dapat dikendalikan. Kami akan terus melakukan pembasahan hingga malam hari untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” tegas Dandim.


Suasana di lapangan menunjukkan komitmen penuh seluruh unsur yang terlibat. Relawan masyarakat turut membantu dengan peralatan sederhana, sementara aparat TNI dan Damkar fokus memadamkan titik api. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh agar penanganan berjalan aman dan efektif. :::



DBD Tak Kenal Musim, Kewaspadaan Harus Sepanjang Tahun


JAKARTA – Setelah 58 tahun sejak kasus demam berdarah dengue (DBD) pertama kali tercatat di Indonesia, penyakit yang disebabkan virus dengue masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Pemerintah menargetkan nol kematian akibat dengue pada 2030, yang membutuhkan peran bersama pemerintah, tenaga kesehatan, lintas sektor, dan masyarakat.


Kasus DBD pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 melalui kejadian luar biasa (KLB) di Jakarta dan Surabaya. Saat itu tercatat 58 kasus dengan 24 kematian. Sejak itu, penanganan DBD terus berkembang dan mampu menekan tingkat kematian hingga di bawah 1 persen. 


Namun, DBD masih menjadi ancaman sepanjang tahun dan dapat menyerang siapa saja. Studi Burden of Disease Universitas Gadjah Mada memperkirakan lebih dari 2 juta rawat inap akibat dengue pada 2024, dengan beban ekonomi hampir Rp9 triliun. 


Dokter sekaligus kreator konten, dr. Gia Pratama Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap DBD sebagai penyakit biasa.


“DBD pada awalnya sulit dibedakan dari demam biasa, tetapi kondisi pasien dapat memburuk cepat. Karena itu, keluarga perlu mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis. Jangan sampai DBD dianggap sebagai hal biasa.”


Menurutnya, tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh sangat lemas, gelisah, hingga penurunan kesadaran. Penanganan yang cepat dan tepat penting untuk mencegah kondisi pasien menjadi lebih berat. 


Gia juga menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak sebelum pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit.


“Kemenangan terbesar sebenarnya terjadi jauh sebelum pasien sampai ke IGD. Pencegahan tetap menjadi perlindungan pertama. Setiap keluarga dapat berperan dengan menjalankan 3M Plus secara konsisten, mengurangi paparan gigitan nyamuk, memperhatikan lingkungan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan pencegahan lainnya, termasuk vaksinasi dengue.” 


Country Head Malaysia & Indonesia, Takeda, Simon Gallagher, mengatakan dampak DBD tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga seluruh keluarga.


DBD tidak hanya berdampak pada pasien. Ketika satu orang sakit, seluruh keluarga ikut merasakan dampaknya, mulai dari kekhawatiran, waktu yang digunakan untuk merawat, hingga beban finansial. Karena itu, perjalanan menuju nol kematian akibat dengue perlu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari upaya pencegahan.


Ia menambahkan, pencapaian target nol kematian akibat dengue pada 2030 membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.


Takeda berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah, tenaga kesehatan, asosiasi medis, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta akses terhadap pencegahan dengue. Target 2030 dapat semakin dekat apabila setiap pihak mengambil peran dan bergerak bersama.


Indonesia saat ini memperkuat pengendalian dengue melalui Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029. Upaya tersebut mencakup penguatan surveilans, deteksi dini, tata laksana kasus, pengendalian vektor, pengelolaan lingkungan, teknologi Wolbachia, vaksinasi dengue, serta pelibatan masyarakat. 


Setelah puluhan tahun menghadapi DBD, masyarakat kini memiliki lebih banyak pengetahuan dan pilihan pencegahan. Karena itu, upaya menuju nol kematian akibat dengue pada 2030 perlu dimulai dari tindakan sederhana di tingkat keluarga.


Kenali tanda bahaya, jalankan 3M Plus, lindungi diri dari gigitan nyamuk, dan segera cari pertolongan medis bila diperlukan. Jangan menunggu DBD datang—lindungi diri dan keluarga mulai sekarang.


SAT BINMAS POLRES LANNY JAYA MEDIASI MASALAH RUMAH TANGGA, KEDUA BELAH PIHAK SEPAKAT LANJUT JALUR HUKUM



LANNY JAYA – Satuan Binmas Polres Lanny Jaya menggelar kegiatan mediasi penyelesaian masalah keluarga di halaman Mapolres Lanny Jaya, Senin (14/09/2026). Mediasi dipimpin langsung Kapolres Lanny Jaya KOMPOL HENDRIK SERU, S.H bersama Kasat Binmas IPDA ABUBAKAR, http://S.Sos.


Kegiatan mediasi dimulai pukul 11.00 WIT dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIT. Mediasi mempertemukan pasangan suami istri, Sdri. MELITA YIGIBALOM selaku pelapor dan Sdr. MEL WANIMBO selaku terlapor.


Dalam keterangannya, Kasat Binmas IPDA ABUBAKAR, http://S.Sos menjelaskan bahwa permasalahan berawal dari ketidakharmonisan rumah tangga. Pihak istri mengaku diusir oleh keluarga suami dengan alasan belum dikaruniai keturunan.


“Pihak istri tidak terima dengan perlakuan tersebut sehingga melapor ke Sat Binmas untuk dilakukan mediasi. Sedangkan dari pihak suami membenarkan dan tetap pada keinginannya untuk bercerai secara adat,” jelas Kasat Binmas.


Dalam proses mediasi, anggota Bhabinkamtibmas telah memberikan beberapa alternatif solusi dan himbauan agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan saling memaafkan. 


Namun, karena kedua belah pihak tetap pada pendiriannya masing-masing, maka diputuskan mediasi tidak mencapai kata sepakat.


“Keputusan akhir, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan permasalahan ini ke proses hukum nasional,” tambah IPDA ABUBAKAR.


Kegiatan mediasi berjalan aman, lancar dan tertib. Pukul 14.00 WIT kedua belah pihak beserta keluarga meninggalkan Mapolres Lanny Jaya dan kembali ke rumah masing-masing.


Polres Lanny Jaya melalui Sat Binmas akan terus berperan aktif sebagai problem solver dan penjaga kamtibmas dengan mengedepankan penyelesaian konflik secara humanis dan kekeluargaan.


Penulis: Humas Polres Lanny Jaya