View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Jumat, 11 September 2026

Tokoh Adat Moy Ajak Masyarakat Jayapura Jaga Kedamaian Jelang Aksi 15 dan 30 September

 



Jayapura – Tokoh Adat Moy Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Benhur Yaboisembut, mengajak masyarakat di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketenteraman menjelang rencana aksi demonstrasi pada 15 dan 30 September 2026.


Benhur yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Duku Moy Sentani Barat meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun ajakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Ia menilai situasi yang aman dan kondusif perlu dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura untuk tetap menjaga kedamaian dan ketenteraman. Jangan mudah terprovokasi atau terhasut oleh ajakan yang dapat memicu gangguan keamanan. Mari kita bersama-sama menjaga daerah ini agar tetap aman dan kondusif,” ujar Benhur.


Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, setiap aksi penyampaian aspirasi diharapkan berlangsung secara tertib, damai, serta tetap memperhatikan hak masyarakat lainnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi lakukan dengan tertib dan damai. Jangan sampai aksi yang dilakukan justru mengganggu masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari. Kita harus menghormati hak orang lain dan menaati aturan yang berlaku,” katanya.


Benhur juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengapresiasi masyarakat yang selama ini turut menjaga keamanan dan ketenteraman di Kabupaten Jayapura.


Ia berharap perbedaan pendapat tidak menjadi alasan munculnya konflik di tengah masyarakat. Menurutnya, komunikasi, toleransi, dan sikap saling menghormati perlu terus dikedepankan untuk mempertahankan situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua.


“Perbedaan pendapat boleh ada, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk memecah persatuan dan kedamaian yang sudah kita jaga bersama,” pungkasnya.

HUT RRI ke-81, Polda Papua Dorong Sinergi Media dalam Membangun Informasi Publik


 

Jayapura – Polda Papua mendorong penguatan sinergi dengan media dalam membangun informasi publik yang akurat, edukatif dan terpercaya. 


Hal tersebut disampaikan dalam kehadiran Polda Papua pada peringatan Hari Ulang Tahun Radio Republik Indonesia (RRI) ke-81 Tahun 2026 yang digelar di Stasiun LPP RRI Jayapura, Jumat (11/09/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Lalu Lintas Polda Papua, Kombes Pol. Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., perwakilan Polresta Jayapura Kota, Kepala Stasiun LPP RRI Jayapura, Jony Iskandar Baso, S.Sos., Kepala TVRI Jayapura, Erwin Hendarwin, S.E., M.Si., Kepala BPJS Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, perwakilan Kodim 1701/Jayapura, serta para pensiunan dan personel RRI Jayapura.


Dalam sambutannya, Kepala Stasiun LPP RRI Jayapura menyampaikan bahwa peringatan Hari Radio ke-81 bukan sekadar momentum seremonial, tetapi menjadi pengingat terhadap peran strategis RRI dalam menyampaikan informasi yang akurat, memberikan edukasi kepada masyarakat serta menjadi salah satu media pemersatu bangsa, termasuk bagi masyarakat di Tanah Papua.


Ia mengatakan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya tantangan dunia media, keberadaan media yang mampu menghadirkan informasi terpercaya menjadi semakin penting untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat dengan siaran yang berkualitas, edukatif serta terpercaya," ujarnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus membangun komunikasi publik yang sehat.


"Sinergi antara Polri dan media sangat penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, objektif dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Melalui kolaborasi yang baik, informasi mengenai situasi kamtibmas maupun berbagai kegiatan kepolisian dapat tersampaikan secara tepat kepada publik," ucap Kabid Humas.


Menurutnya, perkembangan media digital juga menuntut seluruh pihak untuk semakin bijak dalam menyampaikan dan menerima informasi. Karena itu, Polda Papua terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan media sebagai bagian dari upaya membangun literasi informasi serta mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.


"Media memiliki peran penting dalam menjaga ruang informasi tetap sehat. Kami berharap sinergi Polda Papua dengan seluruh insan media, termasuk RRI, dapat terus diperkuat untuk bersama-sama memberikan informasi yang mencerdaskan, menyejukkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.


Kombes Pol Cahyo menambahkan bahwa kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga persatuan dan kondusivitas di Tanah Papua melalui penyampaian informasi yang berimbang serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

 

Tokoh Adat Kamoro Imbau Masyarakat Mimika Tak Mudah Terprovokasi Isu

 


Timika – Tokoh Adat sekaligus Kepala Suku Besar Kamoro Kampung Iwaka, Kabupaten Mimika, Timotius Samin mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Mimika, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap aman, damai, dan tenteram.


Menurut Timotius, terciptanya kondisi yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia meminta warga tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang disebarkan oleh kelompok atau individu yang tidak bertanggung jawab.


“Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Kita harus bijak dalam menerima setiap informasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun mengganggu keamanan di tengah masyarakat,” ujar Timotius.


Ia menilai, penyebaran isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memicu gangguan kamtibmas apabila tidak disikapi dengan baik. Karena itu, masyarakat diharapkan mengedepankan sikap tenang, saling menghormati, serta menjaga komunikasi antarwarga.


Timotius juga mengajak masyarakat untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika.


“Keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita bergandengan tangan menjaga Mimika agar tetap aman dan kondusif,” katanya.


Lebih lanjut, Timotius berharap seluruh masyarakat dapat mengutamakan persatuan dan kerukunan serta tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.


“Mari kita jaga kebersamaan, jangan saling terprovokasi dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas. Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, kita dapat menciptakan Mimika yang aman, damai, dan tenteram,” pungkasnya.

Jam Komandan Jadi Sarana Komunikasi Pimpinan dan Anggota

 


Tanah Bumbu — Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Kodim 1022/Tanah Bumbu dalam kegiatan rutin Jam Komandan yang digelar di Makodim 1022/Tanah Bumbu, Jumat (11/9/2026).


Kegiatan Jam Komandan menjadi sarana komunikasi langsung antara pimpinan dengan anggota untuk menyampaikan arahan, evaluasi, serta penekanan penting terkait tugas pokok prajurit TNI di wilayah.


Dalam arahannya, Dandim 1022/Tanah Bumbu menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, kebersamaan, serta menjaga keharmonisan keluarga sebagai fondasi utama pengabdian prajurit.


“Sebagai prajurit TNI, kita harus selalu menjaga disiplin, loyalitas, dan kebersamaan. Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial harus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi, serta menjadi teladan. Saya berharap seluruh anggota Kodim 1022/Tanah Bumbu dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik satuan, serta tetap membina hubungan harmonis dengan keluarga,” tegas Dandim.


Selain itu, Dandim juga mengingatkan agar seluruh prajurit senantiasa menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.


Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Jam Komandan diharapkan menjadi momentum memperkuat komunikasi internal, meningkatkan motivasi prajurit, serta meneguhkan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara. :::

Kamis, 10 September 2026

Tokoh Masyarakat Oksibil Dorong Persatuan untuk Wujudkan Pegunungan Bintang yang Aman

 



Oksibil – Tokoh Masyarakat Oksibil, Dedenip Jefrin Sigpanki, S.T., mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, serta situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.


Menurut Dedenip, terciptanya kondisi yang aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman serta mencegah terjadinya gangguan keamanan.


“Keamanan dan kedamaian di Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan tanggung jawab kita bersama. Aparat keamanan memang memiliki tugas untuk menjaga situasi kamtibmas, tetapi masyarakat juga harus mengambil bagian dengan menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Dedenip.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Setiap informasi yang beredar, khususnya melalui media sosial, hendaknya disikapi secara bijak dan tidak langsung dipercaya tanpa memastikan kebenarannya.


“Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terhasut oleh ajakan pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.


Dedenip menilai bahwa menjaga kamtibmas dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, tidak terlibat dalam tindakan yang dapat memicu konflik, serta mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai.


Ia berharap seluruh elemen masyarakat, baik tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah daerah, maupun masyarakat umum, dapat terus memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan di Kabupaten Pegunungan Bintang.


“Mari kita bersama-sama menjaga Pegunungan Bintang agar tetap aman, damai dan kondusif. Jangan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah persatuan. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat menciptakan suasana yang mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Senin, 07 September 2026

Jembatan Respen Jadi Harapan Baru Warga dan Petani, Permudah Akses Membawa Hasil Panen

 


Malinau — Pembangunan Jembatan Respen menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Respen, khususnya para petani yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun membawa hasil pertanian dari kebun menuju permukiman dan pusat ekonomi.


Keberadaan jembatan tersebut memberikan kemudahan bagi warga yang sebelumnya harus menghadapi kondisi akses yang sulit, terutama ketika membawa hasil panen dengan menggunakan kendaraan maupun secara manual.


Bagi para petani, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan pertanian. Akses yang lebih baik diharapkan dapat mempercepat proses pengangkutan hasil panen sekaligus mengurangi kesulitan dan beban yang selama ini dirasakan masyarakat.


Dengan semakin mudahnya akses transportasi, hasil pertanian warga diharapkan dapat dibawa dan dipasarkan dengan lebih cepat, sehingga turut mendukung peningkatan aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.


Pembangunan Jembatan Respen juga mencerminkan hadirnya pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan. Jembatan tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat sebagai fasilitas penting untuk menunjang mobilitas warga dan perekonomian setempat.


Jembatan Respen kini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi menjadi penghubung harapan—membuka akses, memperlancar aktivitas petani, dan membawa hasil kerja masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.