View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Selasa, 20 Oktober 2026

Babinsa Kopka Agus Apriadi Bersama Tim Gabungan Bergerak Tangani Kebakaran Lahan di Kusan Hilir

 


TANAH BUMBU – Babinsa Koramil 1022-02/Kusan Hilir bersama personel gabungan kembali melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda empat titik lahan semak belukar di wilayah RT 01 dan RT 02, Desa Tanette, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.


Dalam penanganan tersebut, Babinsa Koramil 1022-02/Kusan Hilir, Sertu Syahril, bersama personel Kodim 1022/Tanah Bumbu dan unsur gabungan lainnya turun ke lapangan untuk membantu upaya pemadaman serta mengantisipasi meluasnya api ke area sekitar.


Personel yang terlibat terdiri dari satu orang Babinsa, dua personel Kodim, empat personel Yon TP, delapan personel BPBD, 30 personel pemadam kebakaran dari wilayah Kusan Hilir dan Batulicin, serta lima orang relawan.


Untuk mendukung upaya pemadaman, tim gabungan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran BPBD, satu unit mobil suplai air, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Batulicin, serta satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas besar milik Jhonlin yang juga difungsikan untuk menyuplai air.


Berdasarkan laporan sementara, penyebab kebakaran belum diketahui dan tidak ditemukan sumber api secara pasti. Kebakaran ini diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan pascakebakaran pada hari sebelumnya, sementara faktor alam dan kondisi cuaca masih memerlukan kajian lebih lanjut.


Penanganan karhutla di empat titik tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi dan kerja sama lintas instansi dalam menghadapi kebakaran lahan. Keterlibatan TNI, BPBD, petugas pemadam kebakaran, dan relawan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan api serta mengurangi risiko dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat.


Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menegaskan bahwa jajaran Kodim melalui Babinsa akan terus mendukung upaya penanggulangan karhutla bersama instansi terkait.


“Penanganan karhutla membutuhkan kesigapan dan sinergi seluruh unsur di lapangan. Kami mengapresiasi kerja sama personel gabungan yang telah berupaya menangani kebakaran di Desa Tanette. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama ketika kondisi lingkungan rawan terjadi kebakaran,” ujar Dandim.


Dandim juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan kepada aparat desa, Babinsa, maupun petugas pemadam kebakaran agar dapat segera ditindaklanjuti.


Melalui sinergi TNI, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat, diharapkan penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dapat berjalan optimal. Kewaspadaan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berulang serta menjaga kelestarian lingkungan.


Dengan meningkatnya kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla diharapkan semakin efektif, khususnya di wilayah Kecamatan Kusan Hilir yang terdampak kebakaran lahan. :::


Empat Titik Karhutla Muncul di Desa Tanette, Babinsa dan Petugas Gabungan Bergerak

 


TANAH BUMBU – Babinsa Koramil 1022-02/Kusan Hilir bersama personel gabungan kembali melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda empat titik lahan semak belukar di wilayah RT 01 dan RT 02, Desa Tanette, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.


Dalam penanganan tersebut, Babinsa Koramil 1022-02/Kusan Hilir, Sertu Syahril, bersama personel Kodim 1022/Tanah Bumbu dan unsur gabungan lainnya turun ke lapangan untuk membantu upaya pemadaman serta mengantisipasi meluasnya api ke area sekitar.


Personel yang terlibat terdiri dari satu orang Babinsa, dua personel Kodim, empat personel Yon TP, delapan personel BPBD, 30 personel pemadam kebakaran dari wilayah Kusan Hilir dan Batulicin, serta lima orang relawan.


Untuk mendukung upaya pemadaman, tim gabungan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran BPBD, satu unit mobil suplai air, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Batulicin, serta satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas besar milik Jhonlin yang juga difungsikan untuk menyuplai air.


Berdasarkan laporan sementara, penyebab kebakaran belum diketahui dan tidak ditemukan sumber api secara pasti. Kebakaran ini diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan pascakebakaran pada hari sebelumnya, sementara faktor alam dan kondisi cuaca masih memerlukan kajian lebih lanjut.


Penanganan karhutla di empat titik tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi dan kerja sama lintas instansi dalam menghadapi kebakaran lahan. Keterlibatan TNI, BPBD, petugas pemadam kebakaran, dan relawan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan api serta mengurangi risiko dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat.


Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menegaskan bahwa jajaran Kodim melalui Babinsa akan terus mendukung upaya penanggulangan karhutla bersama instansi terkait.


“Penanganan karhutla membutuhkan kesigapan dan sinergi seluruh unsur di lapangan. Kami mengapresiasi kerja sama personel gabungan yang telah berupaya menangani kebakaran di Desa Tanette. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama ketika kondisi lingkungan rawan terjadi kebakaran,” ujar Dandim.


Dandim juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan kepada aparat desa, Babinsa, maupun petugas pemadam kebakaran agar dapat segera ditindaklanjuti.


Melalui sinergi TNI, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat, diharapkan penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dapat berjalan optimal. Kewaspadaan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berulang serta menjaga kelestarian lingkungan.


Dengan meningkatnya kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla diharapkan semakin efektif, khususnya di wilayah Kecamatan Kusan Hilir yang terdampak kebakaran lahan. ::;


Kodim 1022/Tanah Bumbu Bersinergi dengan Damkar dan Instansi Terkait Tangani Kebakaran

 



TANAH BUMBU – Kodim 1022/Tanah Bumbu mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran Warung Makan Oyong yang berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim RT 07, Desa Pasar Baru, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Berdasarkan kronologi awal, api diduga berasal dari korsleting arus listrik di warung makan tersebut dan mengakibatkan bangunan terbakar. Kobaran api juga berpotensi merambat ke toko elektronik yang berada tepat di sebelahnya.

Menurut keterangan saksi, sekitar dua hari sebelum kejadian sempat muncul percikan listrik di lokasi tersebut dan telah dilakukan perbaikan oleh pihak PLN. Namun, kaitan antara peristiwa sebelumnya dengan kebakaran kali ini masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Kodim 1022/Tanah Bumbu bersama Koramil 1022-02/Kusan Hilir dan unsur terkait segera terlibat dalam upaya pemadaman. Kodim mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran serta dua unit kendaraan roda dua Babinsa untuk mendukung mobilitas personel di lapangan.

Penanganan kebakaran turut melibatkan enam personel Makodim 1022/Tanah Bumbu, 20 personel pemadam kebakaran, dua personel Koramil 1022-02/Kusan Hilir, lima personel Dinas Perhubungan, 10 personel Satpol PP, delapan personel Kecamatan Kusan Hilir, serta relawan dan masyarakat setempat.

Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan api dan mengantisipasi agar kebakaran tidak merambat ke bangunan di sekitarnya, khususnya toko elektronik yang berada bersebelahan dengan warung makan.

Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan bahwa keterlibatan personel dan armada pemadam kebakaran Kodim merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.

“Dalam kejadian kebakaran, kecepatan penanganan dan koordinasi antarinstansi sangat penting untuk mengurangi risiko meluasnya api serta melindungi keselamatan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan petugas pemadam kebakaran, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya dalam membantu penanganan keadaan darurat,” ujar Dandim.


Dandim juga mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik dan segera melaporkan apabila ditemukan kabel, sambungan, atau peralatan listrik yang berpotensi menimbulkan bahaya. Pemeriksaan dan perbaikan instalasi listrik hendaknya dilakukan oleh tenaga yang berkompeten guna meminimalkan risiko kebakaran.


Kodim 1022/Tanah Bumbu terus mendukung upaya penanganan bencana dan keadaan darurat bersama unsur terkait sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan penanganan kejadian serupa dapat dilakukan secara efektif demi menjaga keselamatan warga dan lingkungan sekitar. :::

Kodim 1022/Tanah Bumbu Kerahkan Mobil Damkar Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Simpang Empat

 


TANAH BUMBU – Kodim 1022/Tanah Bumbu turut membantu upaya pemadaman kebakaran yang melanda sejumlah rumah kayu di Jalan Trans Plajau, Gang Andalas RT 13, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.


Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Api diduga berasal dari korsleting arus listrik, karena angin kencang kemudian merambat dengan cepat ke bangunan rumah lainnya yang sebagian besar berbahan kayu.


Dalam penanganan kejadian tersebut, Kodim 1022/Tanah Bumbu mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu proses pemadaman bersama sejumlah unsur pemadam dan instansi terkait.


Adapun unsur yang terlibat dalam upaya pemadaman meliputi satu unit mobil Damkar Kodim 1022/Tanah Bumbu, satu unit Damkar Satpol PP, satu unit Jhonlin Rescue Fire, satu unit Damkar Kecamatan Simpang Empat, satu unit Damkar An-Nur, serta empat unit kendaraan suplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).


Sinergi antarpersonel dan instansi tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas serta membantu penanganan kebakaran di lokasi kejadian.


Keterlibatan Kodim 1022/Tanah Bumbu dalam upaya pemadaman ini merupakan bentuk kepedulian dan respons terhadap kondisi darurat yang terjadi di wilayah binaan. TNI bersama unsur terkait terus berupaya membantu masyarakat dalam menghadapi musibah serta mendukung penanganan kejadian secara terpadu.


Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menegaskan bahwa keterlibatan personel dan sarana pemadam kebakaran Kodim merupakan wujud komitmen TNI untuk membantu masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat.


“Dalam situasi darurat seperti kebakaran, kecepatan penanganan dan sinergi seluruh unsur sangat diperlukan untuk mengendalikan api serta mencegah dampak yang lebih luas. Kodim 1022/Tanah Bumbu siap mendukung upaya penanganan bersama instansi terkait sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat,” ujar Dandim.


Dandim juga mengimbau masyarakat agar senantiasa memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing dan memastikan penggunaannya sesuai standar keamanan guna mengurangi risiko terjadinya kebakaran.


Melalui keterlibatan dalam penanganan kebakaran tersebut, Kodim 1022/Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan unsur terkait lainnya dalam membantu masyarakat serta menjaga keselamatan warga di Kabupaten Tanah Bumbu. ::::

Juru Sita PN Tangerang Ambo Adi Manggaukang Diprotes Janda Tiga Anak soal Eksekusi Mobil, MA Diminta Turun Tangan

 


TANGERANG, Rahmawati, seorang janda dengan tiga anak, meminta Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia memeriksa pelaksanaan sita eksekusi mobil Mitsubishi Pajero oleh juru sita Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Ambo Adi Manggaukang. Ia memprotes cara pelaksanaan eksekusi yang dinilainya semena-mena dan tidak sesuai prosedur.


Peristiwa itu terjadi di rumah Rahmawati di Perumahan Barleria, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Senin (19/10/2026) pagi, ketika ia sedang bersembahyang.


Menurut Rahmawati, rombongan juru sita bersama sejumlah petugas kepolisian, Sugianto selaku pemohon eksekusi, dan kuasa hukumnya datang ke rumah serta berupaya masuk melalui pagar gerbang.


Kedatangan rombongan tersebut memicu adu argumen. Ia dan anaknya mengaku terkejut serta merasa diperlakukan seperti pelaku kejahatan di rumah sendiri.


“Seperti menangkap maling!” kata Rahmawati kepada awak media, Selasa (20/10/2026).


Rahmawati mempersoalkan tidak adanya pemberitahuan pelaksanaan eksekusi.


Ia mengatakan, ia telah menanyakan persoalan tersebut kepada kuasa hukumnya, tetapi tidak memperoleh informasi mengenai pelaksanaan sita eksekusi pada hari itu.


Ia juga mengaku tak habis pikir soal batas waktu bagi kuasa hukumnya untuk datang ke lokasi, yang menurutnya hanya diberikan sampai pukul 10.00 WIB.


“Sampai kuasa hukum saya saja tidak diberitahukan, mana mungkin kuasa hukum saya dari Jakarta bisa datang cepat ke rumah dan pemberitahuannya mendadak,” katanya.


Ia mengaku dihadapkan pada dua pilihan, yakni menyerahkan mobil secara sukarela atau kendaraan tersebut ditarik paksa menggunakan mobil derek.


Kuasa hukum pemohon mengklaim telah menyampaikan melalui aanmaning atau teguran pengadilan kepada pihak yang diwajibkan melaksanakan putusan secara sukarela.


Menurut Rahmawati, pemberitahuan tersebut perlu dibedakan dari informasi mengenai waktu pelaksanaan sita eksekusi.


"Tanpa pemberitahuan eksekusi, tanpa didampingi oleh kuasa hukum, apakah begini prosedurnya?." ujar Rahmawati yang mengaku terganggu secara psikologis akibat tindakan semena-mena Juru Sita PN Tangerang.


*Perbedaan Nomor Polisi Mobil yang Dieksekusi*


Selain mempersoalkan proses pelaksanaan eksekusi, terdapat perbedaan objek kendaraan yang menjadi perhatian Rahmawati. Mobil Pajero yang seharusnya dieksekusi disebut bernomor polisi B 1096 JLO atas nama dirinya.


Namun, kendaraan yang dibawa oleh juru sita disebut bernomor polisi B 1631 JCT atas nama Dianti.


Saat diprotes, Ambo menyatakan bahwa dirinya hanya melaksanakan penyitaan barang dan tidak bersedia menunggu kedatangan kuasa hukum pihak termohon eksekusi. Ia menyebut eksekusi berdasarkan Surat Penetapan Ketua PN Tangerang No: 65/PEN.EKS/2026/PN.TNG jo. No. 119/Pdt.G.S/2025/PN. TNG tanggal 29 September 2026.


Ambo juga disebut menyampaikan bahwa apabila pihak termohon keberatan, mereka dapat mengajukan persoalan tersebut ke PN Tangerang.


Rahmawati berharap MA menindaklanjuti pelaksanaan eksekusi yang dinilainya sewenang-wenang. Ia meminta agar proses tersebut diperiksa, termasuk terkait prosedur pemberitahuan, pelaksanaan eksekusi, dan perbedaan nomor polisi kendaraan.


“Kami memohon kepada Mahkamah Agung untuk memeriksa Ketua PN Tangerang, khususnya juru sita Ambo Adi Manggaukang, serta menindaklanjuti pelaksanaan sita eksekusi tersebut. Apakah dapat dibenarkan seorang juru sita bertindak seperti preman?” ujar Rahmawati.


Hingga berita ini ditulis, Ambo Adi Manggaukang dan Ketua PN Tangerang belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi.(red)

Ketua LMA Papua Pegunungan Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Jelang Kunjungan Menko Polkam di Wamena

 


Jayapura - Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Pegunungan, Tias Urnom Kogoya, mengajak masyarakat di delapan Kabupaten di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, menjaga keamanan dan ketertiban menjelang kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 28–29 Oktober 2026.


Tias mengatakan, situasi keamanan perlu dijaga, terutama setelah konflik sosial antara kelompok masyarakat Lanny Jaya dan Kurima Woma di Wamena pada Mei 2026. Ia mengimbau seluruh pihak menahan diri agar tidak terjadi aksi saling serang yang dapat mengganggu keamanan dan proses pemulihan pascakonflik.


“Saya mengimbau seluruh masyarakat dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, khususnya yang berada di Kabupaten Jayawijaya, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita dukung pemerintah, Polri, dan TNI dalam menjaga situasi keamanan di wilayah kita,” kata Tias Urnom Kogoya.


Ia juga menyebut pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pembangunan kembali rumah warga yang terdampak konflik sosial di Wamena. Menurutnya, masyarakat perlu mengedepankan ketenangan dan menyelesaikan persoalan secara damai agar proses pemulihan berjalan baik.


“Marilah kita duduk bersama dengan kepala dan hati yang dingin. Masalah ini telah selesai, sekarang saatnya kita melanjutkan pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan,” ujarnya.


Menjelang kunjungan Menko Polkam, Tias mengajak masyarakat Lanny Jaya dan Kurima Woma menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik baru. Ia juga meminta tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga memperkuat komunikasi serta persaudaraan demi menjaga kedamaian di Jayawijaya.


Tias menegaskan, keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap situasi yang kondusif dapat mendukung pemulihan pascakonflik sekaligus memperlancar pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan.