View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Minggu, 03 Mei 2026

Duduk Bersama di Tanah Desa, Menyulam Cerita yang Tak Terlupakan

 



MALINAU, Kalimantan Utara – Di balik padatnya pekerjaan pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, tersimpan momen sederhana yang justru paling membekas di hati, Minggu (03/5/2026).


Bukan tentang megahnya bangunan yang sedang dikerjakan, melainkan tentang kebersamaan yang tumbuh hangat di sela pengabdian. Tentang nasi sederhana yang disantap bersama, tentang tawa yang pecah tanpa jarak, dan tentang rasa kekeluargaan yang hadir begitu tulus antara prajurit TNI dan masyarakat Desa Luso.


Sejak pagi personel Satgas TMMD berjibaku dengan pekerjaan fisik di lapangan. Namun saat waktu istirahat tiba, mereka duduk bersila bersama warga, menikmati hidangan yang disiapkan oleh ibu-ibu desa. Di bawah rindangnya pepohonan dan di sudut bangunan sederhana, mereka makan bersama tanpa sekat—hanya ada kehangatan, cerita, dan rasa syukur yang mengalir begitu saja.


Bagi para prajurit, hidangan itu bukan sekadar pelepas lelah, tetapi menjadi simbol perhatian dan dukungan warga. Sementara bagi masyarakat, kehadiran TNI menghadirkan pembangunan sekaligus rasa dekat yang menenangkan hati.


Salah satu personel Satgas TMMD, Peltu Fandi, mengungkapkan bahwa momen sederhana seperti itulah yang justru menjadi kenangan paling berharga selama menjalankan tugas.


“Kadang yang paling berkesan bukan pekerjaan besar yang kami lakukan, tetapi justru momen sederhana seperti makan bersama warga. Di situ kami merasa benar-benar diterima dan dianggap keluarga. Itu yang membuat hari-hari di TMMD menjadi sangat berharga dan tak terlupakan,” ungkapnya.


Hal senada disampaikan Supriyadi, salah satu warga Desa Luso, yang merasakan langsung hangatnya kebersamaan bersama personel Satgas TMMD.


“Kami sangat senang dengan kehadiran TMMD di Desa Luso ini. Bapak-bapak TNI tidak hanya datang untuk membangun fasilitas desa, tetapi juga benar-benar membaur dengan masyarakat. Kami bisa duduk bersama, makan bersama, dan bercanda tanpa ada sekat. Rasanya seperti keluarga sendiri. Kehadiran mereka membawa semangat baru dan membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya.


Di tempat terpisah, Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo menegaskan bahwa nilai utama TMMD tidak hanya terletak pada selesainya pembangunan fisik, tetapi juga pada hubungan manusia yang tumbuh selama proses itu berlangsung.


“Pembangunan fisik memang penting, tetapi yang lebih berharga adalah hubungan yang terjalin antara personel Satgas dan masyarakat. Dari kebersamaan itulah lahir kepercayaan, semangat gotong royong, dan kenangan yang akan selalu diingat,” jelasnya.


Melalui TMMD Ke-128, Kodim 0910/Malinau tidak hanya membangun fasilitas desa, tetapi juga menghadirkan cerita, kehangatan, dan kenangan indah yang akan terus hidup dalam ingatan masyarakat Desa Luso.


Sebab terkadang, hal yang paling sederhana justru menjadi cerita yang paling sulit dilupakan.


(Pendim 0910)

Kebersamaan yang Humanis, Satgas TMMD dan Warga Desa Luso Menyatu dalam Kehangatan

  


MALINAU, Kalimantan Utara – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan yang begitu hangat dan humanis antara personel Satgas TMMD dengan masyarakat setempat, Minggu (03/5/2026).


Di sela-sela pelaksanaan pekerjaan pembangunan, suasana akrab terlihat saat personel Satgas TMMD berkumpul bersama warga untuk menikmati waktu istirahat dan makan bersama. Tidak ada jarak antara prajurit TNI dan masyarakat, semuanya bercengkerama dengan penuh kekeluargaan, canda, dan senyum yang tulus.


Kehangatan itu menjadi gambaran nyata bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun hubungan emosional dan kedekatan sosial antara TNI dan rakyat.


Salah satu personel Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau, Kopka Raizal, mengungkapkan bahwa kebersamaan yang terjalin bersama warga menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalankan tugas di lapangan.


“Melalui TMMD ini, kami tidak hanya datang untuk membangun fasilitas desa, tetapi juga untuk membangun hubungan yang erat dengan masyarakat. Saat bisa bekerja bersama, makan bersama, dan bercanda bersama warga, kami merasa seperti keluarga sendiri. Kebersamaan inilah yang menjadi semangat kami dalam menjalankan tugas pengabdian di Desa Luso,” ungkapnya.


Salah satu warga Desa Luso, Ibu Maya (48), juga mengaku sangat senang dengan kehadiran Satgas TMMD di desa mereka. Menurutnya, para personel TNI tidak hanya bekerja membangun fasilitas desa, tetapi juga mampu membaur dan menjalin kedekatan dengan masyarakat.


“Bapak-bapak TNI sangat ramah dan dekat dengan warga. Kami merasa seperti keluarga sendiri. Ini yang membuat kami senang dan semakin semangat ikut membantu kegiatan TMMD,” ujarnya.


Sementara itu, di tempat terpisah, Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo menyampaikan bahwa keberhasilan program TMMD tidak hanya dilihat dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kedekatan dan rasa kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.


“TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ketika personel Satgas dan warga bisa bekerja bersama, saling membantu, bahkan berbagi dalam suasana sederhana, itulah keberhasilan yang sesungguhnya. Kebersamaan dan hubungan yang humanis menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan TMMD,” ujarnya.


Menurutnya, suasana yang penuh kekeluargaan tersebut membuat seluruh pekerjaan terasa lebih ringan karena dilakukan dengan rasa saling memiliki dan saling mendukung.


Kebersamaan yang terjalin di Desa Luso menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari hasil fisik, tetapi juga dari hubungan baik yang tumbuh di tengah masyarakat.


Melalui TMMD Ke-128, Kodim 0910/Malinau menunjukkan bahwa pendekatan humanis dan kebersamaan adalah fondasi penting dalam membangun desa serta memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat.


(Pendim0910)

Hidangan dari Hati, Dukungan Tulus Warga untuk Prajurit TMMD

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Kehangatan kebersamaan dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau tidak hanya terlihat dari kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga dari perhatian tulus warga Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau.


Salah satu bentuk kepedulian itu datang dari para ibu-ibu warga Desa Luso yang dengan penuh semangat menyiapkan hidangan makan siang bagi personel Satgas TMMD yang setiap hari bekerja di lapangan, Minggu (03/5/2026).


Di sela kesibukan mereka sebagai ibu rumah tangga, para ibu dengan sukarela memasak berbagai menu sederhana namun penuh makna. Hidangan tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi anggota Satgas TMMD yang sejak pagi melaksanakan berbagai pekerjaan pembangunan di desa.


Suasana penuh keakraban terlihat saat personel TNI bersama warga menikmati makanan yang telah disiapkan. Tidak ada sekat, semua duduk bersama dalam nuansa kekeluargaan yang hangat, mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat.


Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan warga, khususnya para ibu-ibu Desa Luso.


“Ini bukan hanya soal makanan, tetapi bentuk ketulusan dan dukungan masyarakat kepada kami. Kehadiran ibu-ibu yang menyiapkan hidangan ini menjadi penyemangat besar bagi personel Satgas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.


Sementara itu, Ibu Nengsi (53), salah satu warga Desa Luso, mengaku senang dapat ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan TMMD melalui hal sederhana seperti menyiapkan makanan untuk anggota Satgas.


“Kami sangat senang dan bersyukur bapak-bapak TNI hadir di desa kami. Mereka bekerja keras membantu membangun desa, jadi kami juga ingin ikut membantu semampu kami, salah satunya dengan menyiapkan makanan. Ini bentuk rasa terima kasih kami,” ungkapnya.


Menurutnya, kehadiran program TMMD membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Luso, baik dari sisi pembangunan maupun kedekatan antara warga dengan TNI yang semakin erat.


Warga pun mengaku kehadiran Satgas TMMD memberikan semangat baru bagi desa mereka. Bagi mereka, kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan program TMMD.


Melalui hidangan sederhana yang disajikan dengan penuh keikhlasan, ibu-ibu Desa Luso menunjukkan bahwa dukungan moral dan kebersamaan sering kali menjadi kekuatan terbesar dalam setiap pengabdian.


(Pendim0910)

Bukan Tentang Siapa yang Kuat, Tapi Siapa yang Mau Bergotong Royong

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi pemandangan utama dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026 wilayah Kodim 0910/Malinau di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Minggu (03/5/2026).


Melalui kegiatan karya bakti, personel Satgas TMMD bersama masyarakat bahu-membahu melaksanakan pembersihan dan pembenahan fasilitas umum di Desa Luso yang menjadi sasaran fisik program TMMD. Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, nyaman, dan layak dimanfaatkan oleh masyarakat.


Tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga kekompakan dan rasa kebersamaan yang menjadi kekuatan utama dalam setiap pekerjaan di lapangan. Terlihat para personel TNI bersama warga bekerja kompak membersihkan area sekitar serta melakukan pembongkaran pada bagian bangunan lama sebagai tahap awal renovasi fasilitas umum.


Di tengah cuaca yang cukup terik, semangat mereka tetap menyala demi mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kebersamaan yang terjalin selama proses karya bakti menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa dapat berjalan lebih baik jika dilakukan secara bersama-sama.


Pasiter Kodim 0910/Malinau Kapten Arm Juju Adi Pracoyo selaku koordinator lapangan menyampaikan bahwa karya bakti ini bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.


“TMMD bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong. Bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang mau bekerja bersama demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi energi tersendiri bagi Satgas TMMD dalam menyelesaikan seluruh sasaran program secara maksimal dan tepat waktu.


Warga Desa Luso pun menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa senang karena pembangunan yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat dengan personel TNI.


Program TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau sendiri terus berjalan dengan berbagai sasaran pembangunan fisik maupun nonfisik sebagai upaya percepatan pembangunan desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman.


Melalui karya bakti ini, TMMD kembali membuktikan bahwa kekuatan terbesar bukan terletak pada alat atau tenaga semata, tetapi pada semangat gotong royong yang tumbuh dari hati yang tulus untuk membangun bersama.


(Pendim0910)

Jumat, 01 Mei 2026

Sebelum Cangkul dan Palu Bekerja, Apel Pagi Satgas TMMD Jadi Awal Pengabdian

 



MALINAU, Kalimantan Utara – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, kini telah memasuki hari ke-10 pelaksanaan. Meski kegiatan sudah berlangsung selama 10 hari, semangat personel Satgas tetap terjaga dan selalu diawali dengan apel pagi sebelum memulai pekerjaan di lokasi sasaran, Sabtu (2/5/2026).


Apel pagi menjadi rutinitas penting yang dilaksanakan setiap hari sebagai bentuk pengecekan personel, pembagian tugas, serta penyampaian arahan terkait progres pekerjaan dan faktor keamanan selama kegiatan berlangsung.


Sebelum cangkul, palu, dan berbagai alat kerja lainnya digunakan untuk membangun sasaran fisik, seluruh personel terlebih dahulu berdiri bersama di lapangan dengan penuh disiplin, mendengarkan arahan, serta memastikan kesiapan masing-masing.


Berbagai sasaran fisik terus dikerjakan, mulai dari pembangunan jalan menuju TPU, pembuatan fasilitas MCK, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, hingga perbaikan fasilitas umum lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat Desa Luso.


Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau menyampaikan bahwa apel pagi bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi pondasi awal dalam menjaga semangat kerja, kekompakan, dan tanggung jawab personel di lapangan.


“Apel pagi adalah awal dari seluruh pengabdian kami. Dari sini kami menyatukan langkah, memastikan kesiapan personel, dan menanamkan semangat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan adalah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.


Memasuki hari ke-10 pelaksanaan TMMD, semangat Satgas tetap tidak surut. Justru kebersamaan antara TNI dan warga semakin terasa, menciptakan hubungan yang erat dalam setiap proses pembangunan.


Program TMMD Ke-128 bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, kepercayaan, dan kemanunggalan TNI bersama rakyat. Dari apel pagi hingga pekerjaan di bawah terik matahari, semuanya menjadi bagian dari pengabdian tanpa henti untuk negeri.


(Pendim0910)

Bukan Sekadar Administrasi, Ini Pengabdian Prajurit untuk Rakyat

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Kesuksesan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 wilayah Kodim 0910/Malinau tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan fisik di lapangan, tetapi juga oleh dedikasi personel yang bekerja tanpa banyak sorotan. Salah satunya adalah peran aktif anggota Staf Teritorial (Staf Ter) Kodim 0910/Malinau yang terus mengawal jalannya seluruh rangkaian kegiatan TMMD.


Bertempat di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Sabtu (02/5/2026), anggota Staf Ter Kodim 0910/Malinau melaksanakan berbagai tugas penting mulai dari pendataan, administrasi, koordinasi, hingga pelaporan perkembangan sasaran fisik dan nonfisik TMMD secara rutin dan terstruktur.


Meski bekerja dari balik meja, peran mereka menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Ketelitian dalam menyusun laporan, dokumentasi kegiatan, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari pengabdian nyata untuk mendukung keberhasilan program.


Setiap hari, personel Staf Ter melakukan pengecekan data lapangan, mendokumentasikan progres pembangunan, serta menyusun laporan evaluasi yang menjadi dasar pengawasan pelaksanaan TMMD. Mereka juga aktif berkoordinasi dengan Satgas lapangan, pemerintah desa, dan instansi terkait guna memastikan seluruh sasaran dapat tercapai secara maksimal.


Pasiter Kodim 0910/Malinau, Kapten Arm Juju Adi Pracoyo, menyampaikan bahwa keberhasilan TMMD merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur, baik yang berada langsung di lapangan maupun yang mendukung dari sisi administrasi dan pengawasan.


“TMMD ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang pengabdian. Anggota Staf Ter memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib, terarah, dan berhasil. Ini adalah bentuk nyata pengabdian prajurit untuk rakyat,” ujarnya.


Program TMMD Ke-128 sendiri meliputi berbagai sasaran fisik seperti pembukaan badan jalan, pembangunan MCK, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, hingga semenisasi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU). Selain itu, sasaran nonfisik juga terus dilaksanakan melalui berbagai penyuluhan kepada masyarakat.


Melalui sinergi antara Satgas TMMD, Staf Ter, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kesejahteraan warga Desa Luso.


Semangat kerja tanpa pamrih dan dedikasi yang tulus dari para prajurit menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat.


(Pendim0910)