View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Minggu, 10 Mei 2026

Dari Rumah Hingga MCK, Sentuhan TMMD Ke-128 Bantu Warga Hidup Lebih Layak

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Tidak hanya melakukan perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Satgas TMMD juga membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di rumah warga, Senin (11/5/2026).


Salah satu warga penerima bantuan tersebut adalah Bapak Junior. Rumah yang sebelumnya kurang layak huni kini mulai diperbaiki agar lebih nyaman ditempati bersama keluarga. Selain itu, pembangunan MCK juga dilakukan guna mendukung pola hidup bersih dan sehat bagi keluarga.


Pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat. Kebersamaan dan semangat saling membantu tampak begitu erat selama proses pembangunan berlangsung.


Keberadaan MCK menjadi kebutuhan penting bagi warga, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan kualitas hidup keluarga penerima bantuan dapat menjadi lebih baik.


Bagi Bapak Junior, bantuan itu bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, perhatian dan kepedulian yang diberikan menjadi penyemangat bagi keluarganya.


“Saya tidak menyangka rumah kami diperbaiki dan dibuatkan MCK. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli dengan keadaan kami,” ucapnya dengan penuh haru.


Melalui program TMMD Ke-128, Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.


(Pendim 0910)

Akses Jalan TPU Desa Luso Mulai Tampak Layak, Semenisasi TMMD Ke-128 Capai 85 Persen

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Pengerjaan semenisasi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, yang dimulai sejak 24 April 2026 hingga Senin (11/5/2026) kini telah mencapai progres 85 persen.


Pembangunan yang menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau tersebut dilakukan sepanjang 100 meter dengan lebar 2 meter. Kehadiran akses jalan yang lebih layak ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat menuju TPU, terutama saat kegiatan pemakaman maupun ziarah keluarga.


Sebelumnya, kondisi jalan menuju TPU cukup memprihatinkan, terutama saat hujan turun. Jalan yang berlumpur dan licin kerap menyulitkan warga ketika melintas. Kini, akses jalan tersebut mulai tampak rapi dan nyaman digunakan setelah dilakukan semenisasi oleh Satgas TMMD bersama masyarakat.


Hasil pengerjaan yang mulai terlihat memberikan harapan baru bagi warga Desa Luso. Selain mempermudah akses menuju TPU, pembangunan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan fasilitas umum di wilayah pedesaan.


Masyarakat Desa Luso mengaku sangat bersyukur atas pembangunan tersebut. Menurut mereka, jalan menuju TPU kini jauh lebih mudah dilalui dibanding sebelumnya.


“Kami merasa sangat terbantu. Dulu kalau hujan jalannya licin dan susah dilewati, sekarang sudah jauh lebih baik. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu desa kami,” ujar salah satu warga.


Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus berupaya menuntaskan pengerjaan semenisasi agar selesai tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat Desa Luso.


(Pendim 0910)

Prof Hartono: Anak Usia 5-14 Tahun Rentan Alami Kematian akibat DBD

 


Jakarta – Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, PT Takeda Innovative Medicines bersama Halodoc mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat luas. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam memperkuat pencegahan DBD di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan yang komprehensif. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, rata-rata kasus DBD dalam lima tahun terakhir meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 20 tahun sebelumnya. Siklus puncak kasus yang sebelumnya terjadi sekitar 10 tahun sekali kini berubah menjadi sekitar tiga tahun atau bahkan kurang. 


Penyakit ini juga tidak lagi bersifat musiman karena kini dapat terjadi sepanjang tahun dan menyerang semua kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu, namun juga memengaruhi produktivitas keluarga hingga ekonomi nasional. Data BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta kasus rawat inap terkait DBD sepanjang 2024 dengan total pembiayaan mencapai sekitar Rp3 triliun.


Melalui kemitraan ini, Takeda dan Halodoc menghadirkan berbagai inisiatif, mulai dari edukasi bagi tenaga kesehatan terkait DBD dan pencegahannya hingga edukasi publik melalui platform digital Halodoc. Masyarakat juga dapat mengakses layanan konsultasi dokter guna memperoleh informasi akurat mengenai DBD dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan, termasuk vaksinasi. Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht mengatakan, “Dengue merupakan penyakit yang dapat berkembang menjadi kondisi serius dan mengancam jiwa, hingga saat ini belum ada obat yang spesifik untuk menyembuhkannya, sehingga penanganannya lebih berfokus pada pengelolaan gejala. Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting. 


Sebagai mitra dari Kementerian Kesehatan RI, Takeda berkomitmen untuk terus mendukung upaya menuju ‘Nol Kematian Akibat Dengue pada Tahun 2030’, di antaranya melalui peningkatan pemahaman masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Kami melihat kesamaan tujuan dengan Halodoc dalam meningkatkan literasi publik terkait dengue, terutama dalam hal pencegahaan, dan kemitraan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas jangkauan edukasi tersebut.”


Senada dengan hal tersebut, CEO & Co-founder Halodoc, Jonathan Sudharta menyampaikan, “Sebagai ekosistem kesehatan digital dengan lebih dari 20 juta pengguna aktif, Halodoc berkomitmen mempermudah akses layanan tepercaya, termasuk solusi terintegrasi DBD mulai dari edukasi hingga langkah preventif seperti vaksinasi. Mengingat besarnya beban penyakit ini, kemitraan kami dengan Takeda hadir untuk memperkuat edukasi medis yang akurat sekaligus memperluas proteksi bagi masyarakat. Upaya ini membuahkan hasil nyata, di mana akses layanan vaksinasi DBD di Halodoc melonjak hampir 2 kali lipat pada kuartal-1 2026 dibandingkan kuartal-4 2025. Ke depan, kami berharap dapat menjangkau dan mengedukasi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.”


Momentum Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati setiap akhir April turut menjadi pengingat pentingnya langkah pencegahan sebagai fondasi perlindungan kesehatan masyarakat. Dalam konteks DBD, upaya pencegahan yang konsisten dan komprehensif dinilai semakin relevan di tengah risiko penularan yang berlangsung sepanjang tahun dan dipengaruhi perubahan pola cuaca. Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K) menekankan bahwa DBD memiliki karakteristik unik karena perjalanan penyakitnya tidak selalu dapat diprediksi. “Seorang anak dengan gejala awal DBD yang umum, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat terjadi perburukan yang cepat yaitu terjadi perdarahan hebat dan syok. 


Selain itu dapat terjadi komplikasi lain seperti kejang dan penurunan kesadaran. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Sekitar 75% kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun, dengan proporsi kematian terbesar, yaitu sekitar 41%, terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun, yang dapat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang masih berkembang serta keterlambatan dalam mengenali gejala. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari pengendalian lingkungan melalui 3M Plus hingga perlindungan tambahan sebagai bagian dari pendekatan yang komprehensif. Dalam praktiknya, tenaga kesehatan dapat membantu masyarakat memahami berbagai opsi pencegahan yang tersedia, termasuk imunisasi. Sejalan dengan persetujuan BPOM terbaru, imunisasi dengue direkomendasikan bagi anak-anak usia 4 hingga 18 tahun.”


Prof. Hartono menambahkan, “Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia ini, kami mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan perlindungan diri. Dengan langkah sederhana namun konsisten, kita dapat melindungi diri sendiri sekaligus orang-orang terdekat dari bahaya infeksi DBD.” Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM menegaskan bahwa DBD juga berdampak besar terhadap kelompok usia dewasa, khususnya usia produktif. “Sering kali dengue dianggap sebagai penyakit yang lebih banyak menyerang anak-anak, padahal pada kelompok usia dewasa risikonya tetap tinggi dan dapat berdampak luas. Tidak sedikit pasien dewasa yang harus menjalani rawat inap akibat dengue, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga produktivitas keluarga. Selain itu, pada kelompok usia dewasa, khususnya yang memiliki kondisi penyerta atau komorbiditas seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan kesehatan lainnya, risiko terjadinya komplikasi akibat dengue dapat menjadi lebih tinggi. Kondisi ini dapat memperberat perjalanan penyakit dan meningkatkan kebutuhan perawatan medis yang lebih intensif. Padahal, pencegahan yang dilakukan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko kondisi yang lebih serius.”


Ia melanjutkan, “Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjadikan pencegahan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga lingkungan hingga mempertimbangkan langkah perlindungan tambahan sebagai bagian dari pendekatan yang komprehensif. Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia ini, kami mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam melindungi diri dan keluarga, termasuk dengan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai opsi pencegahan yang tersedia, seperti imunisasi, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.” 


Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu, termasuk meningkatnya suhu udara, turut meningkatkan risiko penyebaran DBD. Karena itu, langkah pencegahan dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengendalian lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga pemanfaatan inovasi kesehatan sebagai bagian dari perlindungan yang lebih menyeluruh. Melalui kolaborasi ini, Takeda dan Halodoc berharap semakin banyak pihak dapat terlibat aktif dalam memperkuat upaya pencegahan DBD di Indonesia sehingga mampu menurunkan beban penyakit sekaligus melindungi kesehatan masyarakat secara luas.

Patroli Pleton Siaga Polres Pasuruan Kota Amankan 14 Motor Diduga Balap Liar

 


KOTA PASURUAN – Berawal dari aduan masyarakat terkait adanya aktivitas balap liar dan peredaran minuman keras (miras) yang meresahkan, Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur menggelar Patroli Pleton Siaga, Minggu (10/05/2026) dini hari.


Patroli terpadu yang dipimpin oleh Kabag SDM Polres Pasuruan Kota Kompol Nanang Fendi Dwi Susanto, juga diikuti Kasat Binmas AKP Saiful Anam, Kasat Resnarkoba AKP Rony Margas, Kanit Gakkum IPTU Dzulkifli, serta 20 personel gabungan Pleton Siaga Polres Pasuruan Kota.


Sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas yang menjadi sasaran patroli diantaranya Jalan Panglima Sudirman, Jalan KH. Mansyur, Jalan Dr. Wahidin, Jalan Pahlawan, Jalan A. Yani, hingga kawasan Pelabuhan.


Hasilnya, petugas mengamankan belasan unit sepeda motor tanpa dokumen resmi serta botol berisi miras siap edar.


Kabag SDM Polres Pasuruan Kota mengatakan, patroli ini difokuskan untuk mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta menjaga kondusivitas wilayah hukum Kota Pasuruan Polda Jatim.


"Kami hadir untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan masyarakat terhadap gangguan kamtibmas," ujarnya.


Selain itu, di Jalan KH. Mansyur, Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, personel juga berhasil mengamankan tujuh unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen sah.


Sementara di wilayah hukum Polsek Keboncandi, petugas juga berhasil mengamankan tujuh unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen sah.


"Total kendaraan sepeda motor ada 14 unit kami amankan di Mapolres Pasuruan Kota guna dilakukan penindakan," pungkasnya.


Di lokasi terpisah, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, menyampaikan bahwa patroli pleton siaga merupakan langkah preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan.


“Kegiatan patroli ini merupakan bentuk respon cepat Polres Pasuruan Kota terhadap aduan masyarakat terkait balap liar, peredaran miras, dan potensi gangguan kamtibmas lainnya," terang AKBP Titus.


Ia menegaskan Polres Pasuruan Kota Polda Jatim akan terus meningkatkan patroli guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat.


"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku tindak kriminal yang meresahkan masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota," tegas AKBP Titus.


Polres Pasuruan Kota juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.


"Laporkan bila melihat atau mengalami tindak kejahatan, bisa langsung datang ke kantor Polisi terdekat atau melalui hotline 110 bebas pulsa, maka akan segera kami tindaklanjuti," pungkasnya. (*)

Sabtu, 09 Mei 2026

Jaga Stabilitas Daerah, Lukas Haay Ajak Pemuda Papua Tetap Bersatu

 


Jayapura – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kota Jayapura, Lukas Haay mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Papua, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura.


Dalam keterangannya, Lukas Haay menyampaikan bahwa di tengah berbagai dinamika yang berkembang saat ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi maupun isu yang beredar agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat memecah belah persatuan masyarakat Papua.


“Kita harus tetap menjaga situasi Kamtibmas di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura. Jangan mudah terprovokasi ataupun terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat Papua,” ujar Lukas.


Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam membawa perubahan dan kemajuan bagi Papua ke arah yang lebih baik di masa mendatang. Karena itu, ia mengajak seluruh pemuda untuk ikut menjaga persatuan, kedamaian, dan stabilitas daerah.


“Generasi muda adalah harapan masa depan Papua. Kita adalah ujung tombak untuk kemajuan Tanah Papua, sehingga sudah seharusnya kita menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kedamaian,” katanya.


Lukas Haay juga menyoroti isu terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) dan militerisme di Tanah Papua. Ia meminta masyarakat, khususnya kaum muda, agar dapat menilai dan menanggapi persoalan tersebut secara bijak serta tidak mudah terpancing oleh narasi-narasi yang dapat memperkeruh situasi.


“Kita harus lebih bijak dalam menilai dan menanggapi persoalan terkait PSN maupun isu keamanan di Papua. Semua pihak tentunya menginginkan pembangunan dan keamanan yang baik demi kemajuan Tanah Papua,” jelasnya.


Di akhir pernyataannya, Lukas kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama menciptakan suasana damai demi terwujudnya Papua yang aman, nyaman, dan kondusif.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya generasi muda, mari kita jaga kedamaian, persatuan, dan keamanan bersama. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan Papua yang aman dan penuh harapan untuk masa depan,” tutupnya.

Tokoh Masyarakat Puncak Jaya Serukan Perdamaian dan Persatuan Warga

 


Mulia – Tokoh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, Kirenius Telenggen mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan kedamaian di wilayah Kabupaten Puncak Jaya agar tetap kondusif di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.


Dalam keterangannya, Kirenius Telenggen menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan di tanah Puncak Jaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, terciptanya suasana yang aman tidak hanya bergantung kepada aparat keamanan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan dan ketertiban.


“Keamanan dan kenyamanan di tanah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Semua masyarakat harus ikut menjaga suasana damai agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Kirenius.


Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung peran aparat keamanan, khususnya jajaran Kepolisian Republik Indonesia melalui Polres Puncak Jaya, yang selama ini terus berupaya memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.


“Kita juga harus mendukung peran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Puncak Jaya, sebagai bagian dari pelindung dan pengayom masyarakat. Kehadiran aparat keamanan harus kita dukung bersama demi terciptanya situasi yang aman dan tertib,” katanya.


Lebih lanjut, Kirenius mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun informasi yang belum tentu benar, terutama yang sengaja disebarkan oleh kelompok atau individu tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.


Menurutnya, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi serta mengedepankan komunikasi dan kebersamaan dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.


“Jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang belum tentu benar. Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuat situasi menjadi tidak kondusif demi kepentingannya sendiri. Karena itu masyarakat harus tetap tenang dan menjaga persaudaraan,” tegasnya.


Ia berharap seluruh masyarakat Puncak Jaya dapat terus menjaga semangat persatuan, saling menghormati, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai demi masa depan daerah yang lebih baik.