View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Senin, 28 September 2026

Lettu Horensyah Buka Turnamen Futsal HUT TNI di Dukuh Rejo

 


Tanah Bumbu — Komandan Koramil 1022-08/Mantewe Lettu Inf Horensyah secara resmi membuka penyelenggaraan Turnamen Futsal dalam rangka ke-81 HUT TNI  di Desa Dukuh Rejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (29/9/2026).


Turnamen ini mengusung tema “TNI Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil & Makmur” serta bertujuan mempererat tali silaturahmi antara aparat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat melalui olahraga.


Acara pembukaan turut dihadiri oleh Camat Mantewe, Kapolsek Mantewe, Kepala Desa Dukuh Rejo, Wakil BPD Desa Dukuh Rejo, tokoh agama Desa Dukuh Rejo, serta panitia turnamen yang terdiri dari anggota Koramil 1022-08/Mantewe. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan olahraga ini.


Dalam sambutannya, Lettu Inf Horensyah menegaskan pentingnya olahraga sebagai sarana memperkuat kebersamaan.


“Turnamen futsal memperingati ke-81 HUT TNIini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat persatuan antara TNI, aparat pemerintah, dan masyarakat,” ujar Danramil


Beliau menambahkan bahwa olahraga menjadi media efektif untuk membangun semangat kebersamaan dan memperkokoh sinergi antara TNI dan rakyat.


Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Pertandingan futsal akan digelar secara berjenjang hingga babak final, melibatkan tim-tim dari berbagai desa di Kecamatan Mantewe. :::



Babinsa Satui Bersama Tim Relawan Padamkan Karhutla di Satui Barat


Tanah Bumbu — Babinsa Koramil 1022-04/Satui bersama Tim Pemadam RPKS Relawan Satui dan WT Pama Persada berhasil memadamkan kebakaran lahan semak belukar di Desa Satui Barat, Jalan Lingkar Km 170, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.


Kebakaran yang melanda area semak belukar tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga sekitar karena lokasi berada dekat dengan jalur utama. Berkat kesigapan Babinsa bersama tim pemadam dan relawan, api dapat dikendalikan sehingga tidak meluas ke permukiman maupun lahan produktif.


Upaya pemadaman dilakukan secara cepat dengan mengerahkan peralatan pemadam milik RPKS dan WT Pama Persada, serta dukungan penuh masyarakat setempat. Sinergi antara TNI, relawan, dan perusahaan menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan kebakaran ini.


Komandan Koramil 1022-04/Satui, Kapten Inf Gabriel, menegaskan bahwa TNI akan terus hadir mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.


“Kebakaran lahan adalah ancaman nyata bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat. Melalui kerja sama lintas sektor, kami berupaya cepat melakukan pemadaman agar api tidak meluas. Koramil Satui akan selalu siap mendukung penanganan Karhutla demi keselamatan warga,” ujar Danramil


Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat, relawan, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Dengan kerja sama yang solid, penanganan Karhutla di Satui Barat dapat diselesaikan dengan cepat dan aman. :::

Serka Golkar Wakili Danramil di Lokakarya Mini Pulau Tanjung

 


Tanah Bumbu — Danramil 1022-02/Kusan Hilir yang diwakili oleh Serka Golkar, S.Pd., menghadiri kegiatan Lokakarya Mini UPTD Puskesmas Pulau Tanjung yang digelar di Kantor Puskesmas Pulau Tanjung, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (29/9/2026).


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Camat Kusan Tengah, Kepala Puskesmas Pulau Tanjung, Kepala KUA Kusan Hilir–Kusan Tengah, Ketua ULWK Kecamatan Kusan Tengah, Ketua PKK Kecamatan Kusan Tengah, Kepala Desa se-Kecamatan Kusan Tengah, Ketua PKK Desa se-Kecamatan Kusan Tengah, Pokjanal Posyandu se-Kecamatan Kusan Tengah, serta Ketua PKM Kecamatan Kusan Tengah.


Lokakarya mini ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, memperkuat peran posyandu, serta mendorong partisipasi aktif pemerintah desa dan organisasi masyarakat dalam mendukung program kesehatan di wilayah Kusan Tengah.


Dalam kesempatan tersebut, Danramil 1022-02/Kusan Hilir Lettu Inf Suratmin melalui perwakilannya menyampaikan komitmen TNI untuk terus mendukung program kesehatan masyarakat.


“Kegiatan lokakarya ini sangat penting sebagai forum komunikasi dan evaluasi bersama. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat, dan masyarakat, kita dapat memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kecamatan. Koramil siap mendukung penuh setiap program yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga,” ujar Lettu Inf Suratmin.


Acara berlangsung lancar dengan semangat kebersamaan, serta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Kusan Tengah. ::::

YKKMP Serukan Penghentian Kekerasan dan Penguatan Perlindungan Warga Sipil di Papua

  


Jayapura – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mendorong seluruh pihak membuka ruang dialog sebagai salah satu upaya menghentikan kekerasan dan memperkuat perlindungan terhadap masyarakat sipil di Tanah Papua.


Seruan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif YKKMP Theo Hesegem melalui pernyataan tertulis yang diterima Suara Papua di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.


Theo menyampaikan keprihatinan terhadap kekerasan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua dan dampaknya terhadap masyarakat. Ia menilai masyarakat sipil perlu mendapatkan perlindungan dalam situasi konflik.


Menurutnya, dialog dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak, mendengarkan persoalan yang berkembang, serta mencari penyelesaian secara damai. Namun, ia menegaskan bahwa dorongan dialog tidak berarti membenarkan tindakan kekerasan, pembunuhan, penyanderaan, penyerangan maupun tindakan lain yang melanggar hukum.


“Dialog tidak pernah membunuh siapapun. Dialog membuka ruang untuk mendengar, memahami, mencari jalan keluar, dan menyelamatkan kehidupan manusia,” ujar Theo.


Ia mengatakan proses dialog perlu berjalan beriringan dengan penegakan hukum, penghormatan terhadap HAM, keadilan, serta perlindungan terhadap korban dan masyarakat sipil. Setiap dugaan tindak pidana maupun pelanggaran HAM, menurutnya, perlu ditangani melalui mekanisme hukum yang adil, transparan, independen dan dapat dipertanggungjawabkan.


YKKMP juga menyoroti dampak konflik terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari rasa tidak aman, kehilangan anggota keluarga, pengungsian hingga terganggunya akses pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kehidupan sosial.


Dalam seruannya, YKKMP menyebut perlindungan terhadap masyarakat sipil perlu menjadi perhatian seluruh pihak, termasuk guru, tenaga kesehatan, pekerja kemanusiaan, perempuan, anak-anak, masyarakat adat Papua maupun warga non-Papua yang tinggal dan bekerja di Papua.


YKKMP turut mendorong keterlibatan pemerintah, masyarakat Papua, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, korban dan keluarga korban, masyarakat sipil, akademisi serta pihak terkait lainnya dalam ruang dialog.


Menurut Theo, dialog perlu dirancang secara aman, inklusif dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Ia juga menyerukan kepada seluruh pihak agar tidak menjadikan masyarakat sipil sebagai sasaran maupun bagian dari strategi konflik.


Selain itu, YKKMP meminta lembaga penegak hukum dan lembaga HAM menangani setiap dugaan pelanggaran HAM dan tindak pidana terhadap warga sipil secara profesional, transparan dan berdasarkan bukti. Organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, perempuan dan pemuda juga diajak berperan dalam membangun ruang perdamaian.


YKKMP mengingatkan media dan masyarakat untuk menyampaikan informasi berdasarkan fakta serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi agar tidak memperkeruh situasi dan menimbulkan dampak terhadap keamanan masyarakat.


Theo mengajak seluruh pihak mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam melihat persoalan di Papua. Menurutnya, ruang dialog perlu dibuka untuk mencari penyelesaian, mencegah jatuhnya korban, memulihkan kepercayaan dan mendorong terciptanya perdamaian.


“Jangan menunggu lebih banyak darah tertumpah untuk membuka ruang dialog. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk menghentikan kekerasan, melindungi masyarakat sipil, menegakkan hukum dan membuka ruang penyelesaian secara damai,” tegas Theo.

Imigrasi Ngurah Rai Amankan 3 WNA Diduga Jadi DJ di Canggu, 1 WNA Overstay 402 Hari

 



BADUNG — Kantor Imigrasi Ngurah Rai menciduk empat warga negara asing (WNA) atas dugaan pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal di kawasan Canggu, Bali, pada Kamis (24/09/2026) malam. Pengamanan dilakukan dalam Razia Gabungan Operasi Gaktib Polisi Militer “Waspada Wira Tombak”.


“Tim mengamankan tiga WNA yang diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal dengan tampil sebagai Disc Jockey (DJ), di sebuah klub malam di kawasan Canggu. Mereka terdiri dari satu WN Mesir berinisial MSI, pemegang Visa on Arrival (VOA), serta dua WN Rusia berinisial EZM dan AA, masing-masing pemegang VOA dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Investor,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri.


Sementara itu, seorang wanita WN Nigeria berinisial PGA diamankan karena telah melampaui batas waktu izin tinggal (overstay) selama 402 hari.


Keempat WNA tersebut kini menjalani pendalaman terkait izin tinggal dan dokumen keimigrasiannya di Kantor Imigrasi Ngurah Rai.


Operasi pengawasan ini juga melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Badan Narkotika Nasional (BNN), Detasemen Polisi Militer (Denpom), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kepolisian Resor (Polres) Denpasar.


Novyandri menyampaikan bahwa langkah pengawasan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan menjaga ketertiban keimigrasian di Bali.


“Pengawasan yang ketat bukan semata untuk menindak, tetapi juga untuk menjaga agar setiap izin tinggal yang diberikan negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, demi terciptanya iklim yang tertib dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan di Bali.


Semangat inilah yang terus kami jalankan, sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, bahwa Imigrasi harus hadir untuk melindungi, melayani, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat Imigrasi untuk Rakyat,” tutupnya. :::

Sejumlah Individu dari Kelompok Bersenjata di Papua Kembali ke NKRI Sepanjang 2026

  


Sepanjang 2026, sejumlah individu yang sebelumnya disebut terlibat dalam kelompok bersenjata di Papua menyatakan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Proses tersebut berlangsung di beberapa wilayah, seperti Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Pegunungan Bintang.


Kembalinya mereka ke lingkungan masyarakat ditandai dengan berbagai kegiatan, seperti penyampaian ikrar kesetiaan kepada NKRI, penandatanganan pernyataan, serta dalam beberapa kasus disertai penyerahan senjata dan atribut kelompok.


Salah satu peristiwa terjadi di Kabupaten Puncak Jaya pada September 2026, ketika sejumlah individu menyatakan kembali ke NKRI melalui proses reintegrasi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan individu yang sebelumnya berada dalam kelompok bersenjata untuk menjalani kehidupan bersama masyarakat.


Sebelumnya, beberapa proses serupa juga berlangsung di wilayah Intan Jaya, Puncak, dan Pegunungan Bintang. Sejumlah orang menyampaikan komitmen untuk kembali menjalani kehidupan sipil melalui mekanisme penerimaan yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, keluarga, serta masyarakat setempat.


Rangkaian proses tersebut menunjukkan adanya upaya reintegrasi sosial bagi individu yang sebelumnya terlibat dalam kelompok bersenjata di Papua. Proses kembali ke masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pernyataan ikrar, tetapi juga membutuhkan dukungan lanjutan berupa penerimaan sosial, akses pendidikan, kesempatan kerja, serta pemulihan hubungan dengan lingkungan sekitar.


Keberhasilan reintegrasi sangat bergantung pada keberlanjutan pendampingan dan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama memiliki peran penting dalam membantu menciptakan kondisi yang mendukung agar individu yang kembali dapat menjalani kehidupan secara aman dan produktif.


Secara umum, berbagai proses reintegrasi yang terjadi sepanjang 2026 menunjukkan adanya dinamika sosial di Papua dalam upaya mengembalikan individu dari kelompok bersenjata menuju kehidupan masyarakat sipil serta mendukung terciptanya stabilitas dan pembangunan di wilayah tersebut.